https://jakarta.times.co.id/
Berita

Sejarah Hari Ini: 29 Juni, Pesawat Atlantis dan Stasiun Luar Angkasa MIR Bergabung

Selasa, 29 Juni 2021 - 17:00
Sejarah Hari Ini: 29 Juni, Pesawat Atlantis dan Stasiun Luar Angkasa MIR Bergabung Foto pengabungan pesawat ulang alik Atlantis milik Amerika Serikat dengan Stasiun Luar Angkasa MIR milik Rusia pada 29 Juni 1995. (foto: nasa)

TIMES JAKARTA, JAKARTASejarah hari ini akan mengulas lompatan besar umat manusia dari sisi ilmu penerbangan luar angkasa. Pada 29 Juni 1995, pesawat ulang alik Atlantis, milik Amerika Serikat berhasil menyatukan diri dengan Stasiun luar angkasa MIR, milik Rusia. Kesuksesan ini menjadi langkah awal pembuatan stasiun luar angkasa internasional atau Intenational space station - ISS). 29 Juni juga tercatat sebagai Hari Keluarga Nasional dan hari ketika tim sepakbola Brasil meraih juara dunia pertamanya, yakni Piala Dunia 1958.

1995: Pesawat Atlantis dan MIR bergangung

pesawat-ulang-alik-2.jpgFoto pengabungan pesawat ulang alik Atlantis milik Amerika Serikat dengan Stasiun Luar Angkasa MIR milik Rusia pada 29 Juni 1995. (foto: nasa)

Pesawat luar angkasa Amerika, Atlantis dan stasiun luar angkasa Rusia berhasil merapat di orbit untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

Dikutip dari BBC, pesawat ulang-alik AS Atlantis mengirimkan awak bantuan dua kosmonot ke stasiun ruang angkasa MIR milik Rusia. Ini menandakan era baru kerja sama ruang angkasa antara dua mantan saingan Perang Dingin.

Operasi untuk menghubungkan pesawat itu dipimpin oleh komandan Atlantis, Robert Gibson. Terbang di atas Laut Tengah dengan kecepatan 17.500 mph. Dengan sedikit gemetar kedua pesawat itu bersentuhan.

"Kami sudah menangkap," katanya.

Setelah keamanan pesawat ruang angkasa dikonfirmasi dengan tekanan di antara mereka seimbang, Gibson membuka palka yang memisahkan mereka. Ia mendorong dirinya ke kapal Rusia, dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan rekannya yang dari Rusia.

Gerakan simbolis itu disaksikan langsung dari Moskow oleh Wakil Presiden AS Al Gore, dan oleh kepala NASA Dan Goldin di pusat kendali Rusia.

Awak pesawat ulang-alik AS pindah ke Mir untuk foto bersama, sebelum memberikan hadiah cokelat, buah, dan bunga kepada para kosmonot. Orang Rusia memberi orang Amerika hadiah berupa roti dan garam, simbol tradisional penyambutan.

"Setelah semua pelatihan dan persiapan tampaknya sulit untuk percaya kita benar-benar ada tapi memang kita," kata Gibson.

Kedua pesawat ruang angkasa itu akan tetap terpasang selama lima hari, memberikan waktu bagi kru Mir untuk mendapat air segar, oksigen, dan nitrogen. Para kru akan melakukan berbagai eksperimen ilmiah.

Enam sambungan lebih lanjut antara pesawat ulang-alik dan Mir direncanakan, sebelum pekerjaan perakitan stasiun ruang angkasa internasional dimulai di orbit dalam waktu dua tahun.

Setelah 15 tahun di luar angkasa, stasiun luar angkasa Mir kembali ke Bumi pada Maret 2001.

Selama bertahun-tahun, Mir telah mengelilingi Bumi sekitar 88.000 kali, menempuh jarak 3,6 miliar km (2,2 miliar mil).

Dalam banyak hal, platform tersebut telah menjadi rumah nyata pertama umat manusia di luar angkasa, serta menjadi kebanggaan program luar angkasa Rusia.

Keberhasilan Atlantis bergabung dengan MIR menginspirasi pembuatan sebuah statiun luar angkasa internasional (ISS) yang bisa digunakan bersama. ISS akhirnya terwujud pada 1998. ISS merupakan proyek gabungan 13 negara. Stasiun luar angkasa berukuran 100 x 80 x 40 meter, berbobot 450 ton, memiliki daya listrik 110.000 watt, dapat dihuni oleh 7 astronaut dan dapat beroperasi selama 15 tahun.

1958: Brazil Juara Piala Dunia

Pele.jpgPele muda, memegang tropi Piala Dunia 1958 yang dimenangi oleh Brasil pad 29 Juni 1958. Brasil juara usai menang 5-2 atas tuan rumah Swedia.

Piala Dunia 1958 menasbihkan Brasil sebagai juara. Tim Samba merengkuh juara dunianya yang pertama usai menang dengan skor 5–2 setelah mengalahkan tuan rumah Swedia di final yang digelar 29 Juni 1958 di Stadion Rasunda, Solna.

Tercatat ini adalah kompetisi pertama Pelé, yang saat itu berumur 17 tahun. Pele, pemilik nama asli Edson Arondes Nascimento akhirnya menjadi legenda Brasil dan dunia.

Brazil kembali menjadi juara di tahun 1962 dan 1970. Hal itu membuat mereka mendapatkan hak untuk memiliki Piala Jules Rimet dengan permanen dan sebagai negara pertama yang memenangkan tiga piala dunia.

Secara total, Brasil meraih lima gelar Piala Dunia, yakni 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.

1992: Hari Keluarga Nasional

Keluarga.jpgIlustrasi keluarga.

Presiden Soeharto menetapkan hari keluarga nasional atau “Harganas” pada 29 Juni 1992. Namun, jauh sebelumnya, 29 Juni juga menjadi pencanangan Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional, yakni upaya menekan laju kelahiran.

Program KB membuat pertumbuhan penduduk Indonesia yang tertata terencana, melalui penurunan Angka Kelahiran (TFR) dari semula 5,8 di tahun 1970 menjadi 2,1. Indonesia berhasil “mencegah” kelahiran hampir 100 juta tanpa paksa tetapi atas kesadaran seluruh keluarga Indonesia.

Kala itu Program KB Indonesia menjadi tempat pembelajaran bagi negara-negara lain. Program Kependudukan dan KB berhasil meraih penghargaan United Nation Population Award.

Hari Keluarga Nasionalmempunyai tujuan yang sederhanya, yakni mengingatkan mengenai pentingnya keluarga dan menempatkan keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. (*)

Pewarta : Ratu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.