Berita

Pulas Katumbiri, Berdayakan Anak Berkebutuhan Khusus dengan Craft

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 20:36
Pulas Katumbiri, Berdayakan Anak Berkebutuhan Khusus dengan Craft Sosok inspiratif Dessy Nur Anisa Rahma, pendiri Pulas Katumbiri di Bandung. (FOTO: Djarot/TIMES Indonesia).

TIMES JAKARTA, BANDUNG – Berawal dari hobi, ternyata bisa menghasilkan rupiah buat mengisi pundi-pundi. Begitu kira-kira analogi yang pas buat Dessy, pendiri Pulas Katumbiri (Puka).

“Saya awalnya hobi crafting, hobi menghias tas,” terang Dessy di Bandung. 

Semula, Pulas Katumbiri didirikan di Garut. Setelah dua tahun kemudian, ia pindah ke Bandung. “Berbagai tas polos yang saya buat, lalu saya hias. Kemudian, saya coba membuat tas dari material kain goni. Ternyata setelah disulam malah makin lucu. Akhirnya, dibikin produk pertama berupa tas laptop untuk dipakai sendiri,” papar Dessy Nur Anisa Rahma. .

Dessy-bersama-timnya.jpgDessy bersama timnya yang terdiri dari anak-anak berkebutuhan khusus dan anak anak magang. (FOTO: Djarot/TIMES Indonesia)

Tak disangka, tas laptop dari kain goni buatannya itu menarik minat teman-teman. Mereka pun memesan dibuatkan tas laptop serupa.

“Pesanan tas laptopnya dengan konsep yang sama dan warna berbeda,”ulas Dessy. 

Dessy pun berpikir, ada peluang bisnis dari pembuatan tas ini. “Akhirnya mulai diseriuskan, mulai di-branding, bikin packaging-nya, bikin akun sosial medianya,” jelas Dessy.

Untuk promosi awal, Dessy melakukannya di akun Instagram. “Dulu caranya masih tradisonal, sekarang sudah modern ya dengan menggunakan mekanisme iklan berbayar atau advertising,” tutur sosok ibu yang  kreatif ini. 

Dessy pun harus mengalokasikan dana sebesar Rp6 jutaan per bulan atau Rp200.000 per hari agar bisa mempromosikan produknya lebih luas melalui sosial media. Hasilnya, upaya promosi ini mendatangkan banyak permintaan dari calon konsumen. 

“Awalnya saya mengerjakan sendiri. Tapi, akhirnya saya pun membutuhkan karyawan untuk membantu saya untuk memproduksi barang. Setelah mencari orang-orang yang bisa membantu, saya pun menjatuhkan pilihan kepada siswa SLB yang mengiktui program vokasional di sekolahnya,” paparnya.

Hasil-kreativitas-dan-timnya.jpgHasil kreativitas dan timnya membuat produk yang menghasilkan rupiah. (FOTO: Djarot/TIMES Indonesia)

Program vokasional ini, lanjut Dessy, adalah program nonakademik, seperti cooking class, crafting class, make up class, dan lain-lain. Nah melihat kondisi ini, Puka bisa bekerja sama dengan siswa SLB yang ikut kelas crafting. 

“Saya melihat hasil kerja atau karya mereka hanya dikenal oleh orang orang sekitar, padahal hasilya bagus-bagus,” ungkap Dessy.Hasil karya mereka, anak anak SLB terus sering dibeli oleh para pengajarnya, tamu yang ke sekolah mereka.

Selanjutnya, Dessy bermitra dengan SLB tersebut karena saya ingin bisa menularkan kemampuannya sekaligus memberdayakan pada orang lain, khususnya siswa SLB tersebut. 

“Anak-anak SLB ini punya kelebihan dibalik kekurangan atau keterbatasan yang mereka miliki  Bagi yang tuna rungu, kerja mereka fokus karena perhatian mereka tidak terpecah oleh suara-suara,” jelas Dessy yang sempat terpilih menjadi finalis Mandiri Wirausaha Baru.

Lalu bagi anak SLB yang merasa ingin menimba ilmu lebih jauh, kata Dessy, mereka bisa bekerja sama dengan Dessy agar setelah selesai sekolah bisa bekerja di Puka.

Saat TIMES Indonesia berkunjung ke Puka, area tempat produksi kerajinan tidaklah terlalu besar. Namun, nuansa kreatif tampak begitu memasuki ruangan lantai bawah hingga lantai atas. Berbagai pigura hasil kerajinan ditempel di dinding.

Di lantai atas, berbagai contoh produk buatan Anak Berkebutuhan Khusus pun tampak tertata rapi. Di antaranya, ada aksesoris yang lucu-lucu, tas berbahan printing, tas berbahan karung goni dengan tambahan asesoris yang cantik, dan lain sebagainya. 

Di dalam sebuah etalasi tertata rapi beragam produk hiasan hasil kreativitas ABK. Tampak pula di meja berbagai alat dan bahan untuk membuat kreasi, mulai dari gunting hingga tang untuk memotong bahan. 

Belum lagi, berderet piagam prestasi di tembok seperti menjelaskan bahwa pendiri Pulas Katumbiri. Dessy merupakan sosok kreatif dan inspiratif yang berhasil memberdayakan para Anak Kebutuhan Khusus. Setelah  Puka berjalan 7 tahunan, berharap ke depannya akan lebih berkembang lagi. (*)

Pewarta : Djarot Mediandoko (MG-437)
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.