Harga Minyak Dunia Melonjak akibat Serangan AS ke Iran
TIMES Jakarta/Pasukan militer Iran berpatroli dengan latar belakang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz. Perang AS dengan Iran memicu kenaikan harga minyak dunia.

Harga Minyak Dunia Melonjak akibat Serangan AS ke Iran

Harga minyak dunia naik tajam akibat konflik Timur Tengah. Lonjakan ini berpotensi menekan rupiah dan memicu kenaikan harga BBM serta pangan.

TIMES Jakarta,Senin 2 Maret 2026, 10:01 WIB
543
W
Wahyu Nurdiyanto

JAKARTASerangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, disusul aksi balasan di kawasan Teluk, memicu lonjakan harga minyak dunia hingga lebih dari 7 persen dalam sehari. Dampaknya tak berhenti di bursa komoditas global—tekanannya berpotensi menjalar ke rupiah, harga BBM, hingga inflasi domestik.

Data perdagangan awal pekan menunjukkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak dari sekitar 67 dolar AS per barel pada Jumat menjadi 72 dolar AS per barel pada Senin. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS, harga tersebut setara sekitar Rp1,12 juta per barel, naik dari sekitar Rp1,03 juta.

Sementara itu, minyak Brent—patokan internasional—naik dari 72,87 dolar AS menjadi 78,55 dolar AS per barel. Dalam nilai rupiah, lonjakan ini berarti kenaikan dari sekitar Rp1,13 juta menjadi sekitar Rp1,22 juta per barel. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik yang melibatkan jalur distribusi strategis.

Selat Hormuz: Titik Kritis 20 Persen Pasokan Dunia

Salah satu faktor utama lonjakan harga adalah terganggunya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur sempit penghubung Teluk Persia dengan laut lepas. Sekitar 15 juta barel minyak per hari—atau hampir 20 persen pasokan minyak global—melewati jalur ini.

Menurut lembaga riset energi Rystad Energy, Selat Hormuz merupakan chokepoint paling vital dalam perdagangan energi dunia. Negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Iran mengandalkan jalur ini untuk ekspor minyak dan gas.

Wakil Presiden Senior Rystad untuk analisis geopolitik, Jorge León, menilai pasar kini lebih mencemaskan kelancaran distribusi ketimbang kapasitas produksi di atas kertas. “Jika arus pengiriman melalui Teluk terhambat, tambahan produksi tidak akan langsung meredakan tekanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, Iran sempat menutup sebagian wilayah Selat Hormuz pada pertengahan Februari untuk latihan militer. Langkah itu saja sudah mendorong harga minyak naik sekitar 6 persen dalam beberapa hari.

Iran sendiri mengekspor sekitar 1,6 juta barel per hari, sebagian besar ke China. Jika ekspor ini tersendat, negara pengimpor harus mencari pasokan alternatif—yang berpotensi mendorong harga lebih tinggi.

Imbas ke Indonesia: Tekanan Inflasi dan BBM

Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih, lonjakan harga global berpotensi meningkatkan biaya impor energi. Konsekuensinya, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan potensi penyesuaian harga BBM menjadi risiko yang perlu diantisipasi.

Kenaikan harga energi juga berdampak berantai pada sektor lain, termasuk transportasi dan pangan. Dalam kondisi inflasi global yang masih relatif tinggi, lonjakan harga minyak dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk menjaga stabilitas harga domestik. (*)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Wahyu Nurdiyanto
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.