Bayang-Bayang Perang Tekan IHSG, OJK Siaga Redam Arus Modal Keluar
TIMES Jakarta/Ilustrasi - Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj/am)

Bayang-Bayang Perang Tekan IHSG, OJK Siaga Redam Arus Modal Keluar

Ketegangan Iran-AS-Israel picu tekanan IHSG. OJK siaga pantau risiko capital outflow dan siapkan instrumen stabilisasi pasar demi jaga kepercayaan investor.

TIMES Jakarta,Selasa 3 Maret 2026, 21:10 WIB
89
A
Antara

JAKARTAKetegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel mulai memberi bayangan pada pasar keuangan domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui potensi capital outflow jangka pendek perlu diwaspadai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, di Jakarta, Selasa (3/3/2026),
menegaskan pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap likuiditas dan risiko pasar. Bersama otoritas lain dalam forum KSSK, OJK memastikan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika global yang bergerak cepat.

Meski fundamental ekonomi Indonesia dinilai relatif stabil dengan indikator makro yang terjaga, OJK mengingatkan bahwa transmisi volatilitas global tidak bisa dihindari. Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu tekanan di berbagai bursa dunia, termasuk pasar saham Indonesia yang sensitif terhadap perubahan sentimen risiko global.

Ia menjelaskan, tekanan pasar akibat dari eskalasi geopolitik bukan hanya terjadi di pasar saham Indonesia saja melainkan berdampak pada seluruh pasar regional dan global.

Dalam situasi seperti ini, OJK mencatat mayoritas indeks utama pasar saham dunia mengalami pelemahan awal sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian global, yang sebelumnya telah diantisipasi oleh investor melalui penyesuaian sentimen risiko.

“Jadi bisa dipahami pasar saham itu memang selalu mem-price-in dan me-risk-off kejadian saat ini untuk masa-masa yang akan datang. Sehingga sebelum sektor-sektor yang lain, biasanya kita akan langsung melihat dampak awalnya di respon pasar di pasar saham kita,” jelas Hasan.

Dengan demikian, imbuh dia, volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan bagian dari transmisi global yang dipandang “normal” sebagai respons penilaian risiko awal oleh para investor atas kondisi eskalasi konflik dan geopolitik yang terjadi.

Dalam merespons kondisi seperti ini, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki sejumlah kebijakan yang masih berlaku dan instrumen-instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas pasar, termasuk kebijakan buyback saham tanpa persetujuan RUPS dalam kondisi tertentu yang masih berlaku.

Kemudian, terdapat kebijakan penerapan mekanisme auto rejection bawah yang diharapkan dapat menahan pelemahan harga-harga saham tertentu. Apabila memang terjadi kepanikan dan one-sided market di pasar, maka trading halt juga bisa diterapkan jika terjadi tekanan signifikan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa stabilitas pasar sangat bergantung pada perilaku dan respons para investor. Oleh karena itu, OJK mengimbau investor untuk tetap rasional, mencermati perkembangan kondisi terkini, serta mempertimbangkan risiko dan fundamental saham sebelum mengambil keputusan investasi di tengah dinamika global saat ini.

Hasan mengatakan, belajar dari pengalaman peningkatan tensi geopolitik sebelumnya, investor cenderung melakukan reposisi portofolio ke aset safe haven seperti emas, valuta asing yang lebih stabil, serta obligasi pemerintah domestik maupun negara maju, disertai sikap wait and see untuk mencermati perkembangan situasi.

Pada Selasa sore, IHSG ditutup melemah seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

IHSG ditutup melemah 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,89 poin atau 0,85 persen ke posisi 805,59. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.