Bukan Sekadar Lagu Pengantar Tidur, Tembang Tak Lelo Ledung Sarat Doa dan Harapan
TIMES Jakarta/Ilustrasi ibu meninabobokan anak pakai tembang Tak Lelo Ledung.

Bukan Sekadar Lagu Pengantar Tidur, Tembang Tak Lelo Ledung Sarat Doa dan Harapan

Lelo Ledung diciptakan oleh Markasan, pemimpin orkes Keroncong Aneka Warna yang populer sejak tahun 1960-an. Konon Markasan terinspirasi dari tembang yang disenandungkan oleh orang tuanya sebelum ia tidur.

TIMES Jakarta,Sabtu 19 April 2025, 00:32 WIB
1.3M
D
Dhina Chahyanti

JAKARTASiapa yang masa kecilnya dinyanyikan Tak Lelo Ledung? Lagu ini memorable sekali ya khususnya bagi orang Jawa. Sebab ini adalah lagu pengantar tidur yang berasal dari Jawa Tengah.  

Lelo Ledung diciptakan oleh Markasan, pemimpin orkes Keroncong Aneka Warna yang populer sejak tahun 1960-an. Konon Markasan terinspirasi dari tembang yang disenandungkan oleh orang tuanya sebelum ia tidur. 

Biasanya sang ibu akan menggendong anak sambil diayun-ayun sembari meninabobokan dengan lagu ini. 

Liriknya pun penuh makna, yang berisi doa dan harapan orang tua. Disenandungkan saat menidurkan, supaya apa yang disampaikan dapat terekam oleh anak. Dalam psikologis, memang dijelaskan otak manusia aktif bekerja saat tubuh mempersiapkan diri untuk fase tidur yang lebih dalam atau REM (Rapid Eye Movement. Hingga pada fase tersebut, manusia dapat menerima 'pesan' yang disampaikan. 

Lalu apa saja pesan dan doa dalam lagu Tak Lelo Ledung?
Berikut lirik lagunya

Tak lelo lelo lelo ledung

Cup menenga aja pijer nangis

Anakku sing ayu (bagus) rupane

Yen nangis ndak ilang ayune (baguse)

Tak gadang bisa urip mulyo

Dadiyo wanito (priyo) kang utomo

Ngluhurke asmane wong tuwa

Dadiyo pandekaring bangsa

Wis cup menenga anakku

Kae mbulane ndadari

Kaya butho nggegilani

Lagi nggoleki cah nangis

Tak lelo lelo lelo ledung

Enggal menenga ya cah ayu (bagus)

Tak emban slendang batik kawung

Yen nangis mundak ibu bingung

Terjemahan Lagu atau Tembang Jawa 'Tak Lelo Ledung'

Mari kutimang-timang engkau anakku

Cup cup, jangan menangis terus

Anakku yang cantik/ganteng

Kalau menangis nanti hilang cantik/gantengnya

Kudoakan supaya engkau bisa hidup mulia

Jadilah orang yang utama (orang sukses)

Meninggikan nama orang tua

Jadilah pendekar bangsa

Sudah, jangan menangis anakku

Lihat, bulannya bersinar terang

Seperti buta yang mengerikan

Sedang mencari anak yang sedang menangis

Kutimang-timang anakku

Kupakai selendang batik kawung

Kalau menangis, ibu tambah bingung

Dari lirik tersebut tersirat makna mendalam pada lagu Tak Lelo Ledung. Seperti mendoakan anaknya hidup mulia yang tercantum pada baris kelima. 

Doa lainnya menjadi orang yang sukses, membawa nama baik keluarga bahkan berguna bagi nusa dan bangsa. 

Kutipaan batik kawung dalam lirik ke-15 mengandung makna kesucian dan panjang umur yang dikaitkan dengan motif batik kawung itu sendiri. 

Hmm, syahdu banget ya lagu Tak Lelo Ledung. Sayangnya, banyak film horor Indonesia yang menggunakan lagu ini sebagai ost maupun backsoundnya. Hingga menimbulkan persepsi bahwa lagu ini adalah lagu yang seram. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Dhina Chahyanti
|
Editor:Dhina Chahyanti

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.