TIMES JAKARTA, JAKARTA – Selebgram Agnes Rahajeng belum lama ini menarik perhatian publik setelah mengunggah keresahannya mengenai perilaku kurang pantas yang kerap ia terima di jagat maya, khususnya media sosial.
Melalui serangkaian tangkapan layar di akun Instagram pribadinya @agnesrahajeng, ia memperlihatkan berbagai komentar serta pesan langsung yang bernada melecehkan dan sangat vulgar dari sejumlah pengguna media sosial.
Dalam unggahannya, Agnes menegaskan bahwa konten yang bersifat terbuka atau menunjukkan kepercayaan diri bukanlah sebuah lampu hijau bagi orang lain untuk melontarkan hinaan atau objekfikasi seksual.
"Dalam hal ini saya menyadari bahwa beberapa foto yang dibagikan mungkin dianggap berani oleh sebagian orang, namun hal itu tidak memberikan hak bagi siapa pun untuk merendahkan martabat," tuturnya dikutip TIMES Indonesia, Rabu (4/2/2026).
Gadis yang mengikuti audisi Puteri Indonesia ini menyampaikan bahwa cara seseorang berpakaian atau merepresentasikan dirinya di ruang publik merupakan hak individu yang harus dihormati.
Menurutnya, rasa percaya diri yang dimiliki seorang perempuan tidak seharusnya dianggap sebagai undangan untuk tindakan tidak sopan. Ia juga menekankan bahwa kecantikan seseorang bukanlah alasan yang dapat dibenarkan untuk melakukan objektifikasi.
Bagi perempuan yang akrab disapa Aggy ini, tidak ada istilah wajar dalam sebuah pelecehan, terlepas dari apa pun alasan di baliknya. Ia menyatakan keberatannya terhadap anggapan bahwa korban pelecehan pantas mendapatkan perlakuan tersebut karena unggahan mereka di media sosial.
Lebih lanjut Agnes berpendapat bahwa perilaku buruk tersebut sepenuhnya mencerminkan kualitas moral sang pelaku dan sama sekali tidak mendefinisikan nilai diri dari pihak yang menjadi sasaran.
Melalui pesan yang menyentuh, ia mengajak seluruh perempuan yang pernah berada di posisi serupa untuk tetap bangga menjadi diri sendiri. Ia berpesan agar mereka jangan pernah merasa bersalah atas tindakan negatif orang lain.
Unggahan ini pun langsung dibanjiri dukungan dari rekan sesama pembuat konten dan pengikutnya yang sepakat bahwa ruang digital harus menjadi tempat yang lebih aman dan menghargai satu sama lain. (*)
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Ronny Wicaksono |