TIMES JAKARTA, JAKARTA – Di banyak hotel, rumah sakit, co-living, dan apartemen, TV kamar sering masih diperlakukan sebagai pelengkap: yang penting menyala dan ada channel. Padahal, dengan internet bisnis yang makin andal dan ekspektasi tamu yang terus naik, layar TV seharusnya sudah menjadi touchpoint digital: etalase informasi, resepsionis kedua, brosur interaktif, sekaligus kanal penjualan.
Di era serba mobile, mudah mengira tamu hanya peduli pada ponsel dan tablet. Tetapi praktik di industri perhotelan dan hospitality justru menunjukkan hal lain: ketika tamu masuk ke ruang pribadi, TV kamar tetap menjadi salah satu media utama untuk mencari hiburan dan informasi, berdampingan dengan WiFi dan koneksi internet hotel. Tren teknologi hotel 2025 juga menempatkan solusi seperti hospitality TV, IPTV hotel, dan sistem TV interaktif sebagai bagian penting dari transformasi digital.
Fokusnya pun bergeser: bukan sekadar “berapa channel TV yang tersedia”, tetapi “pengalaman apa yang benar-benar dirasakan tamu saat menyalakan TV di jaringan internet hotel Anda.”
Keterbatasan IPTV Hotel Konvensional
Sebagian besar sistem IPTV hotel tradisional bekerja baik untuk satu tugas: mengirim channel TV ke layar. Namun biasanya:
- Sistem masih on-premise, butuh ruang, rak, dan perawatan rutin
- Antarmuka (UI) sederhana, jarang diperbarui, dan kurang mengikuti tren desain teknologi terkini
- Konten didominasi daftar channel dan sedikit informasi statis
- Perubahan konten sering butuh bantuan vendor
Padahal tamu kini datang dengan:
- Akun Netflix, YouTube, Disney+, dan layanan streaming lain
- Ekspektasi tampilan modern, mirip smart TV di rumah
- Kebiasaan menonton yang personal dan berbasis internet
Kalau TV di kamar tidak bisa mengikuti pola konsumsi digital ini, tamu akan kembali ke ponsel atau laptop yang terhubung ke WiFi hotel. TV berubah menjadi dekorasi mahal, padahal investasi internet bisnis dan perangkat di kamar sudah besar.
VLEPO by Varnion: Dari IPTV Biasa ke Intelligent TV Management System
Melalui VLEPO, Varnion menawarkan solusi cloud-based interactive & intelligent TV management system yang dirancang khusus untuk industri perhotelan di Indonesia bukan hanya sebagai sistem IPTV hotel, tetapi sebagai platform manajemen layar terpusat yang terintegrasi dengan internet bisnis dan ekosistem teknologi hotel modern.
1. Cloud-Based TV Management System: Ringan untuk Tim IT
Sebagai TV management system berbasis cloud, VLEPO memungkinkan:
- Pengaturan konten, layout, dan menu dari portal web terpusat
- Perubahan tampilan dan informasi tanpa harus menyentuh perangkat fisik
- Skalabilitas yang lebih mudah saat menambah kamar atau layar baru
Bagi properti dengan banyak kamar dan beberapa outlet (hotel chain, RS, co-living), pendekatan ini jauh lebih efisien dibanding sistem IPTV konvensional yang penuh perangkat on-site.
2. Personalisasi Konten Sesuai Tipe Properti dan Tamu
VLEPO membantu mengganti tampilan IPTV yang seragam menjadi konten yang relevan:
- Tampilan berbeda per tipe kamar, lantai, atau segmen tamu
- Penyesuaian bahasa, branding, dan informasi sesuai profil pengunjung
- Penataan menu dan konten tematik:
- Hotel: informasi fasilitas, city guide, promo F&B, event lokal
- Rumah sakit: jadwal dokter, panduan prosedur, edukasi kesehatan
- Co-living & apartemen: jadwal cleaning, pengumuman komunitas, info event
Tamu tidak hanya “nonton TV”, tetapi merasa diarahkan dan dilayani oleh sistem yang disajikan di layar.
3. Casting Aman untuk Akun Streaming Pribadi
Tamu kini mengharapkan pengalaman yang mirip di rumah: menonton dari akun streaming pribadi di layar besar.
Dengan VLEPO:
- Tamu bisa cast dari smartphone ke TV kamar dengan aman
- Setiap perangkat tamu berada dalam “ruang digital” tersendiri, tidak tercampur dengan kamar lain
- Sesi dapat direset otomatis saat check-out, membantu menjaga privasi akun
Ini menjadi solusi untuk dua tantangan sekaligus yaitu kebiasaan digital tamu dan kebutuhan keamanan data di lingkungan hotel atau rumah sakit.
4. TV Jadi Kanal Promo, Pengumuman, dan Upsell
VLEPO mengubah TV dari cost center menjadi media komunikasi dan penjualan:
- Menampilkan promo late check out, upgrade kamar, paket spa, atau restoran
- Menginformasikan event harian, fasilitas yang sering terlewat, hingga paket wisata mitra
- Menyebarkan pengumuman penting dan alert (perbaikan, kebijakan baru, keadaan darurat) secara real-time ke banyak layar sekaligus
Dengan pendekatan ini, TV ikut bekerja bersama internet hotel dan kanal digital lain untuk meningkatkan revenue per guest dan kualitas komunikasi.
5. Satu Ekosistem: Channel + Streaming + Casting
Daripada mengelola tiga sistem terpisah (IPTV, smart TV, perangkat casting), VLEPO menyatukan semuanya dalam satu platform:
- Channel TV tetap tertata rapi
- Akses streaming diatur dan diamankan
- Casting dari gawai tamu didukung secara native
Bagi properti yang sudah berinvestasi di internet bisnis dan ingin mengoptimalkan TV hospitality, model ini lebih future proof dan mudah diintegrasikan dengan strategi transformasi digital yang lebih luas.
Menyalakan TV, Sekaligus Menyalakan Peluang Bisnis
Di tengah kompetisi dan ketergantungan pada review online, pengalaman di depan layar TV bukan lagi detail kecil. Ketika TV dimanfaatkan secara serius bersama koneksi internet hotel yang stabil:
- Tamu merasa lebih nyaman karena informasi dan hiburan mudah diakses
- Pasien di rumah sakit mendapat panduan dan edukasi yang jelas di layar
- Penghuni co-living merasa lebih terhubung dengan komunitas dan pengelola
- Manajemen melihat peluang upsell dan komunikasi yang sebelumnya tidak tergarap
Semua berawal dari satu perubahan sudut pandang: melihat TV bukan hanya sebagai perangkat elektronik, tetapi sebagai media pengalaman dan komunikasi yang strategis dalam ekosistem internet bisnis Anda.
Jika Anda mengelola hotel, rumah sakit, co-living, atau properti dengan banyak layar, dan merasa TV yang ada sekarang belum benar-benar “bekerja” untuk tamu maupun bisnis, ini saat yang tepat untuk mengevaluasi ulang perannya—dan melihat bagaimana Varnion melalui VLEPO bisa membantu mengubah layar biasa menjadi pusat experience yang terukur dan berdampak. (*)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |