TIMES JAKARTA, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan intelektual bangsa dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Jangan sampai mereka masuk ke dalam jaringan atau sekadar mencoba-coba. Sinergi antara BNN dan perguruan tinggi sangat penting, karena upaya pencegahan dapat dilakukan,” ujar Komjen Pol. Suyudi di Jakarta, Kamis (15/1/2026), mengutip ANTARA.
BNN, lanjutnya, menyambut baik inisiatif perguruan tinggi seperti Universitas Pancasila untuk menjalin kerja sama dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kerja sama tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif dan penguatan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Menurut BNN, penguatan ideologi Pancasila menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan diri masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Nilai-nilai kebangsaan dinilai mampu menjadi tameng moral sekaligus intelektual di tengah derasnya pengaruh negatif.
Melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi, BNN berharap dapat melahirkan berbagai program konkret dan berkelanjutan. Program tersebut antara lain riset bersama, pengabdian kepada masyarakat, edukasi hukum, serta kampanye pencegahan narkoba yang menyasar kalangan mahasiswa.
Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila, Adnan Hamid, menilai audiensi dengan BNN memiliki arti penting bagi dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa generasi muda perlu diselamatkan dari ancaman narkotika yang dapat merusak moral dan masa depan bangsa.
“BNN merupakan lembaga yang sangat penting. Kami membutuhkan pandangan dan nasihat, khususnya bagi mahasiswa,” kata Adnan.
Ia menambahkan, perguruan tinggi seperti Universitas Pancasila tidak hanya berkomitmen melindungi mahasiswa dari bahaya narkotika, tetapi juga membentuk karakter dan moral generasi muda agar selaras dengan nilai-nilai Pancasila. (*)
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |