Menunggu Kurs Rp15.000 atau Amankan Nomor Porsi Haji? Ini Penjelasan ESQ Tours Travel
Dalam perencanaan ibadah haji, yang perlu dipertimbangkan bukan hanya berapa rupiah yang dihemat hari ini, tapi berapa tahun yang bisa dihemat untuk sampai ke Baitullah
TIMESINDONESIA – Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal target penguatan rupiah ke Rp15.000 per dolar AS memicu diskusi di kalangan calon jemaah haji khusus. Banyak yang mulai menimbang: menunda daftar haji plus demi menunggu kurs turun, atau langsung mengamankan nomor porsi sekarang?
Muhammad Solihin, Direktur Sales & Operasional ESQ Tours Travel, angkat suara soal dilema ini.
Spekulasi Kurs vs Kepastian Waktu Tunggu
Target kurs Rp15.000 memang bukan mustahil secara ekonomi. Tapi pertanyaan kuncinya bukan “bisa atau tidak”, melainkan “kapan”.
“Di tengah dinamika global, suku bunga AS, ketegangan geopolitik, tidak ada pihak yang bisa memastikan kapan target itu tercapai,” jelas Muhammad Solihin.
Data dua tahun terakhir menunjukkan kurs rata-rata di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Saat ini di level Rp17.800, memang ada potensi hemat jika kurs menguat. Tapi penghematan itu perlu ditimbang dengan konsekuensi penundaan.
Faktor Waktu: Yang Tidak Bisa Dibeli
Berbeda dengan investasi yang bisa dibeli kapan saja, ibadah haji punya faktor krusial: waktu tunggu.
Untuk haji khusus / Plus, masa tunggu saat ini 5-7 tahun tergantung kuota nasional dan jumlah pendaftar. Daftar hari ini, estimasi berangkat 2032-2033. Tunda dua tahun karena nunggu kurs, estimasinya bisa geser ke 2034 atau lebih lama.
“Di sinilah persoalan yang sering tidak disadari. Banyak orang fokus hitung hemat kurs, tapi lupa menghitung ‘nilai waktu’ yang hilang karena antrean mundur,” kata Solihin.
Saat Anda Menunda, Orang Lain Maju
Sistem antrean haji berjalan berdasarkan urutan pendaftaran. Ketika banyak calon jemaah memilih wait and see karena kurs, justru terbuka peluang bagi yang siap daftar lebih awal untuk dapat nomor porsi lebih cepat.
Dengan kata lain, saat sebagian orang menunda, sebagian lainnya justru bergerak maju.
Tentu keputusan tetap harus sesuai kemampuan finansial. Tapi bagi yang secara ekonomi sudah siap ambil nomor porsi haji khusus, keputusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada spekulasi kurs.
Kurs Bisa Turun, Waktu Tidak Bisa Kembali
“Kurs dolar bisa naik turun. Target Rp15.000 bisa tercapai, bisa juga butuh waktu lebih panjang. Tapi satu hal yang pasti, waktu tunggu haji akan terus berjalan,” tegas Muhammad Solihin dari ESQ Tours Travel.
Karena itu, dalam perencanaan ibadah haji, yang perlu dipertimbangkan bukan hanya berapa rupiah yang dihemat hari ini, tapi berapa tahun yang bisa dihemat untuk sampai ke Baitullah.
Tujuan utama sebagian besar calon jemaah bukan dapat kurs termurah. Tapi dapat kesempatan menunaikan haji saat usia, kesehatan, dan kondisi keluarga masih memungkinkan.
Sebab kurs berubah setiap hari. Waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

