Dahnil Sebut Jemaah Haji Tidur di Luar Tenda karena Faktor Adaptasi
Jemaah haji Indonesia saat tiba di markaz atau pemondokan di Mina. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

Dahnil Sebut Jemaah Haji Tidur di Luar Tenda karena Faktor Adaptasi

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan alasan sebagian jemaah haji Indonesia memilih tidur di luar tenda Mina saat mabit.

TIMES Jakarta,Jumat 29 Mei 2026, 10:22 WIB
598
A
Ahmad Nuril Fahmi

MAKKAHWakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menemukan penjelasan terkait sejumlah jemaah haji Indonesia memilih beristirahat di luar tenda saat menjalani mabit di Mina.

Peristiwa tersebut ditemui langsung oleh Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau area pemondokan jemaah haji Indonesia pada Rabu (27/5/2026) lalu. 

Wamenhaj Dahnil mengatakan, bukan karena tidak dapat tempat melainkan karena pilihan sebagian jemaah haji Indonesia untuk tidur di luar tenda karena dipengaruhi proses adaptasi terhadap suhu di dalam tenda yang menggunakan pendingin udara.

Menurutnya, setiap jemaah haji Indonesia memiliki daya tahan tubuh yang berbeda terhadap cuaca maupun temperatur ruangan dan hal ini sangatlah wajar karena mereka hadir dari berbagai kebiasaan yang biasa dilakukan dirumah masing-masing. 

“Kan mereka di satu tenda itu macam-macam tradisi tidurnya misalnya. Kemudian kebiasaan beradaptasi dengan cuacanya. Misalnya ada yang tahan dingin. Kemudian ada yang nggak kuat dingin.,” ujar Dahnil dikutip pada Jumat (29/5/2026). 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut lazim ditemui di hari-hari awal mabit di Mina ketika jemaah masih menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk cuaca gurun yang panas di luar namun bisa terasa sangat dingin di dalam tenda berpendingin udara.

Menurutnya, selain beradaptasi dengan suhu, jemaah juga sedang menyesuaikan ritme istirahat setelah melalui rangkaian puncak haji yang menguras energi, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Jamarat. 

Karena itu, ia mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dan memilih tempat beristirahat yang paling nyaman selama tetap aman dan berada di area yang telah disiapkan petugas.

Selain meninjau kondisi jemaah di Mina, Dahnil juga menyoroti pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina. 

Ia juga mengungkapkan, proses pendorongan jemaah tahun ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya.

Ia menyebut sejak sekitar pukul 06.30 waktu Arab Saudi, kawasan Muzdalifah sudah bersih karena seluruh jemaah telah bergerak menuju Mina. 

Capaian tersebut, kata Dahnil, menjadi catatan positif dalam layanan puncak haji tahun ini. Hal serupa juga terlihat saat proses pemberangkatan jemaah menuju Arafat yang dinilai berjalan tertib dan lancar. 

Menurut dia, kelancaran pergerakan dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina patut disyukuri karena membantu jemaah menjalani rangkaian ibadah dengan lebih nyaman.

“Jadi di Muzdalifah itu cepat, termasuk di Arafah juga,” tandasnya. (*/MCH 2026)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ahmad Nuril Fahmi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.