Hujan Meteor Lyrids Siap Hiasi Langit Malam, Catat Puncaknya
Ilustrasi - Hujan meteor Lyrids merupakan salah satu hujan meteor tertua yang tercatat. Dinamai Lyrids berdasarkan rasi bintang Lyra. (FOTO; chatgpt)

Hujan Meteor Lyrids Siap Hiasi Langit Malam, Catat Puncaknya

Hujan meteor Lyrids capai puncak 22–23 April. Fenomena langit tertua ini bisa disaksikan tanpa alat, hingga 20 meteor per jam di langit gelap.

TIMES Jakarta,Jumat 10 April 2026, 06:02 WIB
2.1K
H
Hendarmono Al Sidarto

JAKARTAHujan meteor Lyrids akan kembali menyapa langit Bumi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 22-23 April 2026. Fenomena tahunan ini selalu dinantikan para pecinta astronomi karena keindahannya yang khas.

Secara rutin, Lyrids muncul antara 16–25 April setiap tahunnya, dengan jumlah meteor paling banyak biasanya terjadi pada tanggal 22 atau 23 April. Nama “Lyrids” sendiri berasal dari rasi bintang Lyra constellation, yang menjadi titik asal meteor yang terlihat di langit.

Fenomena ini termasuk salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat, dengan bukti pengamatan yang tercatat dalam teks astronomi Tiongkok lebih dari 2.500 tahun lalu. Meteor-meteor Lyrids terbentuk dari debu yang ditinggalkan oleh komet Comet C/1861 G1 Thatcher, ditemukan pertama kali pada tahun 1861. Partikel debu tersebut terbakar saat memasuki atmosfer, menciptakan garis cahaya yang mempesona.

Menurut Time and Date, komet Thatcher membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk sekali mengelilingi Matahari, dan diprediksi baru akan kembali terlihat dari Bumi pada tahun 2276.

Hujan meteor Lyrids tergolong berintensitas sedang, dengan jumlah sekitar 20 meteor per jam pada puncaknya. Beberapa meteor bahkan meninggalkan jejak cahaya yang terlihat beberapa detik sebelum memudar, menambah kesan dramatis pertunjukan langit ini.

Kondisi malam tahun ini diperkirakan ideal untuk pengamatan. Bulan kuartal pertama akan terbenam tak lama setelah tengah malam, sehingga langit akan cukup gelap untuk menikmati meteor dengan jelas.

Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, dari lokasi yang minim polusi cahaya. Meteor tampak berasal dari rasi Lyra, namun sesungguhnya bisa muncul di berbagai bagian langit.

Di Jakarta, fenomena ini diprediksi mulai terlihat pada malam 22 April sekitar pukul 23.00, dan bisa disaksikan hingga matahari terbit keesokan harinya.

Untuk menikmati Lyrids, pengamat tidak memerlukan teleskop atau peralatan khusus. Cukup pilih lokasi yang gelap dan jauh dari lampu kota. Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan sekitar 15–20 menit agar meteor lebih jelas terlihat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hendarmono Al Sidarto
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.