Tarawih Malam ke-16 Ramadan, Dijanjikan Selamat dari Neraka dan Masuk Surga
Dalam sejumlah literatur keislaman, malam ini dikaitkan dengan janji keselamatan dari api neraka serta jaminan masuk surga bagi orang yang menunaikan tarawih dengan penuh keimanan.
PACITAN – Shalat tarawih pada malam ke-16 Ramadan disebut memiliki keutamaan besar.
Dalam sejumlah literatur keislaman, malam ini dikaitkan dengan janji keselamatan dari api neraka serta jaminan masuk surga bagi orang yang menunaikan tarawih dengan penuh keimanan.
Keterangan tersebut salah satunya termaktub dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari.
Dalam kitab yang cukup populer di kalangan pesantren itu dijelaskan keutamaan setiap malam salat tarawih selama Ramadan.
Pada bagian yang membahas malam ke-16, disebutkan bahwa Allah memberikan dua kemuliaan sekaligus bagi orang yang menghidupkan malam itu dengan salat tarawih.
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya: “Pada malam keenam belas, Allah menetapkan baginya keselamatan dari api neraka dan jaminan untuk masuk surga.”
Penjelasan ini kerap menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak mengendurkan semangat ibadah di pertengahan Ramadan.
Justru pada fase inilah, banyak ulama menganjurkan agar ibadah semakin ditingkatkan, termasuk menjaga salat tarawih secara istiqamah.
Sebab, Ramadan bukan hanya tentang memulai dengan semangat, tetapi juga tentang menjaga konsistensi hingga akhir. T
arawih malam ke-16 menjadi salah satu momentum yang mengingatkan bahwa setiap malam di bulan suci menyimpan keutamaan tersendiri. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



