Hamas Berjanji Bebaskan Semua Sandera Asal Perang Gaza Diakhiri
TIMES Jakarta/Pejuang Hamas saat mengawal kendaraan Palang Merah Internasional selama upacara pertukaran sandera-tahanan pada 22 Februari 2025. (FOTO: Arab News/AFP)

Hamas Berjanji Bebaskan Semua Sandera Asal Perang Gaza Diakhiri

Hamas berjanji akan membebaskan semua sandera dengan imbalan "pertukaran tahanan yang serius" dan ada jaminan bahwa Israel akan mengakhiri perang di Gaza.

TIMES Jakarta,Selasa 15 April 2025, 12:24 WIB
445.3K
W
Widodo Irianto

JAKARTAHamas berjanji akan membebaskan semua sandera dengan imbalan "pertukaran tahanan yang serius" dan ada jaminan bahwa Israel akan mengakhiri perang di Gaza.

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan hal itu pada hari Senin (14/4/2025).

Saat ini Hamas sedang bernegosiasi di Kairo dengan mediator dari Mesir dan Qatar, dua negara yang bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menengahi gencatan senjata di wilayah yang terkepung tersebut.

"Kami siap membebaskan semua sandera Israel dengan imbalan kesepakatan pertukaran tahanan yang serius, diakhirinya perang, serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza dan masuknya bantuan kemanusiaan," kata seorang pejabat senior Hamas, Taher Al-Nunu seperti dilansir Arab News.

Tetapi ia menuduh Israel menghalangi kemajuan menuju gencatan senjata itu.

"Masalahnya bukan jumlah tawanan, tetapi Israel mengingkari komitmennya, menghalangi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata dan melanjutkan perang," kata Nunu.

"Karena itu, Hamas menegaskan perlunya jaminan untuk memaksa Israel menegakkan perjanjian tersebut," tambahnya.

Nunu mengatakan, Hamas tidak akan melucuti senjata, sebuah syarat utama yang telah dimintakan Israel untuk mengakhiri perang.

"Senjata perlawanan (Hamas) tidak bisa dinegosiasikan," tegas Nunu.

Perang di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

Serangan itu mengakibatkan 1.218 orang mati, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Hamas kemudian menyandera 251 orang, 58 di antaranya masih ditahan di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah mati.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada hari Minggu bahwa sedikitnya 1.574 warga Palestina telah meninggal dunia  sejak 18 Maret 2025, ketika gencatan senjata berakhir, sehingga jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan sejak perang dimulai menjadi 50.944.

Kini Hamas telah berjanji akan membebaskan semua sandera yang tersisa dengan catatan bahwa ada "pertukaran tahanan yang serius" dan ada jaminan bahwa Israel akan mengakhiri perang dan Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Widodo Irianto
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.