Setelah Iran, Giliran Kuba? Trump Tugaskan Rubio dan Sebut Negara Itu Siap Bernegosiasi Setelah 50 Tahun
TIMES Jakarta/Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Setelah Iran, Giliran Kuba? Trump Tugaskan Rubio dan Sebut Negara Itu Siap Bernegosiasi Setelah 50 Tahun

Presiden AS Donald Trump menyatakan Kuba akan segera jatuh dan siap bernegosiasi. Dalam wawancara dengan CNN, Trump sebut akan tugaskan Menlu Marco Rubio urus Kuba usai konflik dengan Iran.

TIMES Jakarta,Minggu 8 Maret 2026, 02:14 WIB
200
F
Faizal R Arief

JAKARTAPresiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kebijakan luar negerinya. Dalam wawancara telepon dengan CNN, Jumat (7/3/2026) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa Kuba akan segera jatuh dan sangat ingin membuat kesepakatan dengan AS.

“Kuba akan segera jatuh, omong-omong, tidak terkait, tapi Kuba juga akan jatuh. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump kepada jurnalis CNN Dana Bash, saat membahas keberhasilan militer AS di masa jabatan keduanya.

Trump mengungkapkan bahwa ia akan menugaskan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk menangani urusan Kuba setelah prioritas utama AS saat ini, yaitu konflik dengan Iran, dapat diselesaikan.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, dan saya akan menempatkan Marco di sana dan kita akan lihat bagaimana hasilnya. Kami benar-benar fokus pada yang satu ini sekarang. Kami punya banyak waktu, tapi Kuba sudah siap, setelah 50 tahun,” tambahnya.

Trump juga mengklaim telah mengamati situasi Kuba selama lima dekade. “Saya telah mengawasinya selama 50 tahun, dan itu jatuh tepat di pangkuan saya karena saya, itu jatuh, tapi tetap saja jatuh tepat di pangkuan. Dan kami melakukannya dengan sangat baik,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa hanya masalah waktu sebelum warga Amerika keturunan Kuba dapat kembali ke tanah air mereka. Ia mengisyaratkan bahwa Kuba akan menjadi agenda berikutnya pemerintahannya setelah perang dengan Iran.

“Dia melakukan pekerjaan dengan baik, dan yang berikutnya adalah, kami ingin melakukan yang spesial untuk Kuba,” kata Trump merujuk pada Menlu Rubio pada Kamis (6/3/2025).

“Dia menunggu. Tapi dia berkata, ‘Mari selesaikan yang ini dulu.’ Kami bisa melakukan semuanya sekaligus, tapi hal buruk bisa terjadi. Jika Anda melihat negara-negara selama bertahun-tahun, jika Anda melakukannya terlalu cepat, hal buruk akan terjadi. Kami tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada negara ini.” (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Faizal R Arief
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.