TIMES JAKARTA, JAKARTA – Melansir dari akun Instagram resmi @siberpoldametrojaya mengenai peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan transaksi belanja daring agar tidak menjadi korban penipuan paket online.
Belakangan ini para pelaku kejahatan semakin kreatif dalam memodifikasi cara mereka untuk mengelabui korban dengan memanfaatkan sistem pengiriman barang serta layanan bayar di tempat atau COD.
"Setidaknya terdapat lima metode utama yang kini marak terjadi mulai dari penyamaran sebagai petugas kepolisian hingga pengiriman berkas berbahaya dalam format aplikasi seluler," unggah akun tersebut dikutip TIMES Indonesia, Selasa (3/2/2026).
Disampaikan juga oleh akun tersebut bahwa salah satu metode yang sering memakan korban adalah penipuan berkedok paket bermasalah yang diklaim telah diamankan di kantor polisi terdekat.
"Di mana dalam skema ini pelaku akan menghubungi korban dan meminta sejumlah uang tebusan melalui transfer agar barang tersebut tidak ditahan lebih lama," sambungnya.
Selain itu masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan memindai kode batang atau QRIS yang dikirimkan oleh oknum yang mengaku sebagai kurir dengan alasan paket tertukar.
"Kode tersebut sebenarnya merupakan akses pembayaran yang akan langsung memotong saldo dari rekening pribadi korban tanpa disadari," tambahnya lebih lanjut.
Kemudian modus lain yang sangat berbahaya adalah pengiriman file berekstensi APK dengan nama yang meyakinkan seperti foto resi atau detail pengiriman.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kurir resmi tidak akan pernah mengirimkan berkas dalam bentuk aplikasi karena dokumen asli biasanya hanya dikirim dalam format gambar atau JPG.
Lantas jika file tersebut diklik maka malware akan bekerja secara otomatis untuk mencuri data perbankan serta kode OTP milik pengguna ponsel.
Ada pula jebakan melalui tautan pelacakan palsu yang meminta pembayaran administrasi kecil namun sebenarnya bertujuan untuk mencuri data kartu debit atau kredit secara lengkap.
Pihak tim siber mengingatkan agar warga jangan pernah panik dan langsung melakukan transfer jika menerima informasi mencurigakan terkait kiriman paket.
"Jika ada kurir yang mendatangi rumah untuk menagih biaya COD atas barang yang tidak pernah dipesan maka langkah terbaik adalah langsung menolaknya dengan tegas," timpalnya.
Lalu apabila sudah terlanjur menjadi korban segera matikan koneksi internet atau gunakan mode pesawat lalu segera hubungi pihak bank untuk melakukan pemblokiran rekening.
"Laporkan juga kejadian tersebut melalui kanal resmi pemerintah di cekrekening.id guna mencegah jatuhnya korban berikutnya," tandasnya.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Waspada Penipuan Paket Online, Kenali Modus Baru yang Menguras Rekening
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |