TIMES JAKARTA, JAKARTA – Melatih disiplin pada anak sering kali terasa seperti medan tempur. Satu sisi kita ingin mereka patuh, namun di sisi lain kita tidak ingin menjadi orang tua yang terlalu galak atau "killer".
Kabar baiknya, disiplin bukan tentang hukuman, melainkan tentang mengajar. Berikut adalah panduan praktis dan efektif untuk melatih disiplin pada anak tanpa harus menguras emosi.
Mengapa Disiplin Itu Penting?
Banyak orang tua salah kaprah mengartikan disiplin sebagai cara mengontrol anak. Padahal, tujuan utamanya adalah membantu anak mengembangkan kendali diri (self-control). Anak yang disiplin akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, merasa aman karena memiliki batasan yang jelas, dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial.
5 Tips Ampuh Menerapkan Disiplin Secara Positif
1. Jadilah Teladan (Role Model)
Anak adalah peniru yang ulung. Jika Anda ingin anak tidak bermain ponsel saat makan, maka Anda pun harus meletakkan ponsel Anda. Disiplin dimulai dari apa yang mereka lihat, bukan hanya apa yang mereka dengar.
2. Buat Aturan yang Jelas dan Konsisten
Ketidakkonsistenan adalah musuh utama disiplin. Jika hari ini Anda melarang makan cokelat sebelum tidur, namun besok memperbolehkannya karena Anda sedang lelah, anak akan merasa bingung.
Buat kesepakatan tertulis atau visual (gambar) tentang jadwal harian dan konsekuensi jika aturan dilanggar.
3. Gunakan Konsekuensi, Bukan Hukuman
Hukuman sering kali hanya menimbulkan rasa takut atau dendam. Sebaliknya, gunakan konsekuensi logis.
Contoh: Jika anak menumpahkan susu karena bermain-main, jangan memarahi atau memukulnya. Konsekuensi logisnya adalah ia harus membantu mengambil lap dan membersihkan tumpahan tersebut.
4. Berikan Pujian pada Proses, Bukan Hasil
Jangan pelit memberikan apresiasi saat anak berhasil mengikuti aturan. Alih-alih mengatakan "Anak pintar!", cobalah lebih spesifik seperti: "Ibu senang sekali kamu langsung membereskan mainan tanpa perlu diingatkan dua kali." Ini memberikan dorongan positif bagi mereka untuk mengulang perilaku baik tersebut.
5. Komunikasi Dua Arah dan Empati
Sebelum menegur, cobalah pahami emosi di balik perilaku anak. Terkadang, anak bertingkah karena merasa lelah, lapar, atau butuh perhatian. Dengarkan penjelasan mereka, validasi perasaannya, baru kemudian berikan arahan yang benar.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Agar usaha Anda untuk mendisiplinkan anak tidak sia-sia, hindari beberapa hal berikut:
1. Berteriak
Ini hanya melatih anak untuk baru mendengar saat volume suara Anda meninggi.
2. Mengancam tanpa bukti
Jangan mengancam hal yang tidak akan Anda lakukan (misal: "Kalau tidak mandi, Ibu tinggal sendirian di rumah!").
3. Labeling
Hindari menyebut anak "nakal" atau "pemalas". Fokuslah pada perilakunya, bukan karakter pribadinya.
Dibutuhkan kesabaran ekstra dan kasih sayang yang konsisten agar anak terbiasa disiplin. Dengan memberikan batasan yang jelas namun tetap penuh empati, Anda sedang membantu anak membangun pondasi karakter yang kuat untuk masa depan mereka. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: 5 Tips Melatih Disiplin pada Anak Tanpa Membentak
| Pewarta | : Deasy Mayasari |
| Editor | : Deasy Mayasari |