https://jakarta.times.co.id/
Berita

Bitcoin Bergejolak, Pelaku Industri Nilai Fondasi Kripto Tetap Tangguh

Selasa, 03 Februari 2026 - 08:21
Bitcoin Bergejolak, Pelaku Industri Nilai Fondasi Kripto Tetap Tangguh Vice President INDODAX Antony Kusuma memberikan pemaparan terkait pasar kripto dalam sebuah diskusi di Jakarta (Foto: Antara/HO/Indodax)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pelaku industri aset kripto domestik menilai kondisi fundamental ekosistem aset digital masih berada pada jalur yang solid, meskipun pasar kripto global tengah menghadapi tekanan volatilitas tinggi.

Tekanan tersebut tercermin dari pergerakan Bitcoin (BTC) yang sempat turun ke kisaran 74.000 dolar AS sebelum kembali menguat ke level sekitar 77.000 dolar AS.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan koreksi tajam Bitcoin dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor eksternal, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah hingga penguatan dolar AS setelah proses nominasi kepemimpinan baru di Federal Reserve.

Menurut Antony, kondisi pasar saat ini memang berada dalam fase ketakutan ekstrem. Namun, ia menilai daya tahan industri kripto jauh lebih kuat dibandingkan periode tekanan serupa pada 2022.

“Struktur pasar dan partisipasi institusi saat ini membuat fundamental industri kripto lebih matang dibandingkan siklus sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, Bitcoin kerap menjadi aset pertama yang bereaksi terhadap gejolak global karena karakter pasarnya yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam setiap hari.

Situasi ini juga beriringan dengan munculnya sentimen risk-off secara luas, di mana aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak turut mengalami tekanan jual bersamaan dengan aset digital.

Meski demikian, data on-chain dari Glassnode menunjukkan dinamika yang menarik. Terdapat perbedaan perilaku yang mencolok antar kelompok investor kripto.

Saat investor ritel cenderung melepas aset akibat kepanikan, kelompok investor besar atau mega whales—pemilik lebih dari 1.000 Bitcoin—justru terpantau melakukan pembelian secara bertahap untuk menyerap suplai pasar.

Antony menilai keterlibatan institusi besar seperti BlackRock dan JPMorgan melalui produk ETF serta infrastruktur keuangan menjadi faktor penting yang memperkuat ketahanan pasar kripto dalam jangka panjang.

Sejalan dengan kondisi tersebut, ia mengimbau investor kripto di Indonesia untuk tetap bersikap rasional dan menghindari keputusan emosional di tengah fluktuasi pasar.

Investor juga disarankan meninjau kembali strategi manajemen risiko, menjaga disiplin investasi jangka panjang, serta memperkaya pemahaman melalui riset mandiri.

Untuk mendukung hal tersebut, Indodax menyediakan berbagai kanal edukasi melalui INDODAX Academy serta pembaruan informasi pasar melalui INDODAX News.

“Kami berkomitmen menghadirkan platform yang transparan dan tepercaya agar pengguna dapat menghadapi dinamika ekonomi digital global dengan lebih siap,” tutupnya.(*)

Pewarta : Hendarmono Al Sidarto
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.