https://jakarta.times.co.id/
Berita

GMNI Tegaskan Keberpihakan pada Rakyat Terdampak Krisis Lingkungan

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:53
GMNI Tegaskan Keberpihakan pada Rakyat Terdampak Krisis Lingkungan Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar dalam acara pengukuhan dan reposisi organisasi di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (ANTARA/HO-GMNI)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di sisi rakyat yang terdampak krisis lingkungan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara pengukuhan dan reposisi organisasi yang digelar di Jakarta, Kamis (15/1/2026) kemarin.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Sujahri Somar menyatakan bahwa keberpihakan GMNI terhadap korban bencana ekologis tidak bersifat situasional atau hanya muncul saat isu menjadi sorotan publik. Menurutnya, GMNI memilih untuk terlibat dalam advokasi jangka panjang terhadap kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

“Reposisi GMNI hari ini menandai satu sikap jelas, yakni krisis lingkungan adalah isu kemanusiaan dan keadilan sosial. Dalam setiap krisis, GMNI memilih untuk hadir, berpihak, dan bertindak,” ujar Sujahri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Bencana Bukan Sekadar Peristiwa Alam

Sujahri menilai krisis lingkungan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk banjir dan longsor di Sumatra, tidak dapat dipandang semata sebagai peristiwa alam. Ia menekankan bahwa bencana ekologis merupakan akibat dari ketimpangan relasi antara manusia, kebijakan, dan alam.

Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan dan keselamatan rakyat telah melahirkan kerentanan struktural. Dalam situasi tersebut, masyarakat kecil kerap menjadi kelompok pertama yang terdampak, namun paling akhir mendapatkan perhatian.

“Ketika eksploitasi dilegalkan atas nama investasi dan pertumbuhan, rakyat kecil selalu menjadi korban pertama dan terdengar paling terakhir,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab konkret, GMNI menggalang dan menyalurkan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bagi GMNI, solidaritas bukan sekadar aksi simbolik, melainkan fondasi awal dari perjuangan ideologis.

“Marhaenisme hidup ketika keberpihakan diwujudkan dalam tindakan,” ujar Sujahri.

Luncurkan Redlab, Perkuat Perjuangan di Ruang Digital

Dalam momentum yang sama, GMNI meluncurkan Redlab (Laboratorium Merah), sebuah laboratorium analitik media dan kecerdasan buatan (AI). Redlab dirancang untuk memperkuat kaderisasi ideologis GMNI di tengah tantangan era digital.

Peluncuran Redlabmenjadi bagian dari agenda besar reposisi GMNI untuk kembali meneguhkan semangat marhaenisme, yakni ideologi kerakyatan yang menolak kapitalisme dan imperialisme, serta mengedepankan persatuan nasional dan kesejahteraan rakyat melalui ekonomi kolektif dan demokrasi.

Sujahri menilai medan perjuangan saat ini tidak hanya berada di jalanan atau ruang akademik, tetapi juga di ruang digital yang dipenuhi algoritma, big data, dan pertarungan narasi.

“Ketimpangan hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal informasi. Siapa yang menguasai data dan narasi, dialah yang menentukan arah kesadaran publik,” katanya.

Redlab difokuskan pada analisis percakapan publik, pemetaan opini media, serta pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dan ideologis. Tujuannya bukan untuk memanipulasi informasi, melainkan membekali kader GMNI agar mampu membaca realitas sosial secara kritis, jernih, dan bertanggung jawab.

Dari Redlab, GMNI melahirkan Buletin Zaken, produk analisis media berbasis data yang mengulas isu-isu publik secara rasional. Selain itu, GMNI juga mengembangkan GMNI.AI, sebuah platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendemokratisasikan pengetahuan bagi kader GMNI di seluruh Indonesia. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.