https://jakarta.times.co.id/
Berita

Kemenhaj Lahirkan Dua Sejarah Baru dalam Diklat PPIH Arab Saudi

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:09
Kemenhaj Lahirkan Dua Sejarah Baru dalam Diklat PPIH Arab Saudi Wamenhaj saat memimpin apel malam diklat PPIH Arab Saudi. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mencetak sejarah baru dalam penyelenggaraan perhajian dengan menghadirkan pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (diklat PPIH) Arab Saudi selama 20 hari. 

“Dalam sejarah, sekali lagi saya sebutkan, ini adalah pelatihan petugas haji pertama yang dilakukan dengan durasi panjang hingga 20 hari,” ucap Wakil Menteri Haji dam Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat memimpin apel malam diklat PPIH Arab Saudi, di asrama haji Jakarta pada Kamis (15/1/2026). 

Dahnil mengatakan, sebagai Kementerian baru yang dibuat oleh Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj ingin lebih fokus dan serius mengurusi haji dan umrah di Indonesia diantaranya dengan mempersiapkan para petugas haji melalui diklat PPIH Arab Saudi yang sudah dimulai sejak 10 Januari 2026 lalu. 

“Tidak ada dalam sejarah petugas haji dilatih seserius ini, dengan durasi 20 hari,” kata Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Selain durasi waktu yang lebih panjang, Wamenhaj Dahnil juga mengatakan diklat PPIH Arab Saudi 2026 menjadi diklat pertama yang dilatih dan dididik dengan cara semi militer dengan menghadirkan para instruktur dan fasilitator dari TNI dan Polri. 

Meskipun diklat PPIH Arab Saudi dibuat semi militer, Wamenhaj melihat para petugas haji tetap semangat dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan baik materi baris berbaris dan materi dalam kelas besar. 

“Terus terang kami memang menerapkan sistem semi-militer yang faktanya Anda nikmati, yang faktanya menggembirakan, dan yang faktanya membuat Anda semua bisa mengubur ego ke"aku"an,” ucap Wamenhaj Dahnil. 

Menurutnya, diklat PPIH Arab Saudi dengan metode semi militer ini berhasil menghilangkan ego individu, bekerja dalam kelompok dan menghilangkan status dan jabatan peserta diklat PPIH Arab Saudi. 

“Hari ini, ego keakuan saudara-saudara sekalian saya lihat sudah terkubur dalam. Sudah tidak ada lagi yang mengaku S3, dokter, profesor, atau membawa jabatan-jabatan dari luar. Semua itu hari ini terkubur,” ujar Dahnil. 

“Kita berkumpul di sini sebagai satu keluarga, yaitu keluarga petugas haji. Kanan kiri Anda adalah sesama petugas haji. Di luar nanti masing-masing memiliki pangkat dan jabatan, tetapi di sini, ketika kita bertugas bersama, kita adalah satu keluarga, keluarga petugas haji,” tandasnya. (*)

Pewarta : Ahmad Nuril Fahmi
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.