TIMES JAKARTA – Rusia menegaskan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan di kawasan Arktik sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya yang berkaitan dengan situasi di sekitar Greenland.
Bersumber Anadolu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow memandang upaya mengaitkan aktivitas Rusia dan China di Arktik sebagai dalih untuk meningkatkan eskalasi kawasan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
“Negara kami akan terus mempertahankan posisinya secara tegas di wilayah Arktik. Kami melanjutkan kebijakan memperkuat kedaulatan nasional, terutama kemampuan pertahanan dan infrastruktur Jalur Laut Utara,” ujar Zakharova dalam konferensi pers di Moskow.
Rusia, menurut Zakharova, sepakat dengan sikap China yang menolak penggunaan isu Greenland sebagai alasan untuk memanaskan situasi keamanan di kawasan Arktik. Ia juga menyoroti langkah Amerika Serikat yang menetapkan Greenland sebagai wilayah kepentingan strategis Washington, disertai narasi ancaman dari Rusia yang dinilai tidak berdasar.
Zakharova menilai meningkatnya ketegangan di Arktik merupakan dampak langsung dari kebijakan NATO. Aliansi militer tersebut disebut telah mengubah kawasan Arktik menjadi arena persaingan geopolitik dan membuka peluang penggunaan kekuatan militer untuk memperkuat pengaruhnya.
“Pihak-pihak tertentu terlebih dahulu menciptakan narasi tentang adanya agresor, lalu mengklaim siap melindungi pihak lain dari ancaman yang mereka buat sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rusia memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak mengabaikan kepentingan keamanan Moskow di Arktik. Setiap langkah yang berpotensi mengancam keamanan Rusia, sebagai anggota penuh komunitas Arktik, dinilai akan menimbulkan konsekuensi serius.
Rusia juga mendorong agar setiap perbedaan pandangan terkait Greenland diselesaikan melalui jalur diplomasi, sesuai hukum internasional dan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat setempat.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington membutuhkan kendali atas Greenland untuk mendukung sistem pertahanan udara dan rudal “Golden Dome” yang direncanakan pemerintahannya. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social.
Greenland merupakan wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark. Pada 1951, Amerika Serikat dan Denmark menandatangani perjanjian pertahanan yang mewajibkan Washington membantu mempertahankan Greenland dari potensi ancaman, di luar komitmen kedua negara sebagai anggota NATO. (*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |