https://jakarta.times.co.id/
Berita

Surplus Dagang RI Kian Kokoh, 68 Bulan Bertahan hingga Akhir 2025

Senin, 02 Februari 2026 - 14:52
Surplus Dagang RI Kian Kokoh, 68 Bulan Bertahan hingga Akhir 2025 Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, dalam jumpa pers "Rilis Berita Resmi Statistik" di Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia kembali menutup tahun dengan catatan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan pada Desember 2025, sekaligus memperpanjang tren surplus menjadi 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa secara kumulatif sepanjang Januari–Desember 2025, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 41,05 miliar dolar AS. Nilai tersebut berasal dari ekspor senilai 282,91 miliar dolar AS dan impor sebesar 241,86 miliar dolar AS.

Capaian ini melonjak signifikan dibandingkan surplus sepanjang 2024 yang tercatat 31,33 miliar dolar AS, atau meningkat sekitar 9,72 miliar dolar AS. “Perbandingan surplusnya cukup tinggi,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, surplus kumulatif tersebut terutama ditopang oleh perdagangan nonmigas yang mencatat surplus 60,75 miliar dolar AS, meskipun sektor migas masih mengalami defisit sebesar 19,7 miliar dolar AS.

Kinerja perdagangan yang solid tidak lepas dari peran industri pengolahan sebagai tulang punggung ekspor nasional. Sepanjang 2025, sektor ini memberikan kontribusi sebesar 10,77 persen terhadap peningkatan ekspor nonmigas.

Sejumlah komoditas manufaktur mencatatkan kinerja ekspor yang kuat, antara lain minyak kelapa sawit dan produk turunannya, perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik berbasis pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik.

Selain faktor komoditas, surplus perdagangan juga diperkuat oleh hubungan dagang dengan mitra utama. Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai 18,11 miliar dolar AS, disusul India sebesar 13,49 miliar dolar AS, serta Filipina dengan surplus 8,42 miliar dolar AS.

Pada Desember 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai 26,35 miliar dolar AS atau tumbuh 11,64 persen secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh ekspor nonmigas yang menembus 25,09 miliar dolar AS, meningkat 13,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor pada Desember 2025 tercatat sebesar 23,83 miliar dolar AS, naik 6,36 persen, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan penolong industri domestik.

“Dengan demikian, neraca perdagangan barang pada Desember 2025 mencatat surplus 2,51 miliar dolar AS. Indonesia telah membukukan surplus perdagangan selama 68 bulan berturut-turut,” tegas Ateng.(*)

Pewarta : Antara
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.