https://jakarta.times.co.id/
Berita

IHSG Dibuka Tertekan Hari Ini, Menanti Sinyal Pertemuan BEI-MSCI

Senin, 02 Februari 2026 - 09:40
IHSG Dibuka Tertekan Hari Ini, Menanti Sinyal Pertemuan BEI-MSCI Ilustrasi-Papan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia.

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali diwarnai gejolak tajam pada awal pekan, Senin (2/2/2026). Pasar terlihat berhati-hati seiring meningkatnya ketidakpastian menjelang agenda pertemuan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MSCI.

Berdasarkan data BEI, IHSG dibuka melemah dan langsung tertekan ke level 8.274,67 atau turun 0,61 persen. Sepanjang sesi pagi, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 8.250,52 hingga 8.313,05. Tekanan jual membuat IHSG kembali kehilangan momentum setelah reli singkat di akhir pekan lalu.

Di sisi lain, indeks saham unggulan LQ45 justru mampu bertahan di zona hijau. LQ45 tercatat menguat tipis ke posisi 834,44, mencerminkan adanya selektivitas investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar.

Aktivitas perdagangan menunjukkan dinamika yang relatif berimbang. Sebanyak 262 saham menguat, 247 saham melemah, sementara 163 saham bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.867,94 triliun.

Sejumlah saham berbasis komoditas menjadi pemberat utama indeks. Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkoreksi tajam 7,84 persen ke level Rp3.880. PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) terperosok 9,01 persen ke Rp1.615, sementara PT RMK Energy Tbk. (RMKE) melemah 9,7 persen ke Rp4.560. Adapun saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun tipis 0,78 persen ke Rp256 per saham.

Tekanan pasar juga masih dipengaruhi oleh arus dana asing. Dalam empat hari terakhir, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih hampir Rp14 triliun atau setara sekitar US$830 juta. Meski demikian, dalam dua hari terakhir terlihat akumulasi beli asing pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), sementara tekanan jual pada saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mulai berkurang.

Analis menilai volatilitas IHSG belum akan mereda dalam waktu dekat. Sentimen utama datang dari penundaan sementara proses rebalancing MSCI yang memicu kekhawatiran terkait status dan daya tarik pasar saham Indonesia. Faktor domestik seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan persepsi risiko kebijakan turut memperberat sentimen investor.

Di tengah meningkatnya ketidakpercayaan pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan langkah percepatan reformasi pasar modal. Pelaksana Tugas Ketua OJK, Frederica Widyasari Dewi, mengungkapkan delapan agenda reformasi yang terbagi dalam empat misi besar, yakni peningkatan likuiditas, transparansi, penguatan tata kelola dan penegakan hukum, serta demutualisasi bursa.

Delapan langkah tersebut meliputi kebijakan free float baru, transparansi ultimate beneficial ownership (UBO), penguatan basis data kepemilikan saham, demutualisasi BEI, penegakan aturan dan sanksi, perbaikan tata kelola emiten, pendalaman pasar secara terintegrasi, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Secara teknikal, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman, dilansir bisnis.com menilai IHSG masih rawan koreksi selama belum mampu menembus area 8.420. Level support diperkirakan berada di kisaran 8.050–8.220, sementara resistance terdekat berada pada rentang 8.400–8.420.

Untuk perdagangan jangka pendek hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham BUMI, IMPC, MEDC, BREN, ENRG, dan RMKO sebagai ide trading.(*)

*Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Timesindonesia.co.id tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca. 

Pewarta : Hendarmono Al Sidarto
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.