TIMES JAKARTA, JAKARTA – Brutal, Rusia merudal bus pekerja tambang di Wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, Minggu (1/2/2026), 15 orang pekerja tambang DTEK yang hendak pulang ke rumah setelah selesai bekerja tewas.
Serangan itu terjadi ketika Rusia meningkatkan serangannya di wilayah selatan, secara teratur melancarkan serangan di daerah tersebut.
Selain merudal bus pekerja tambang, Rusia juga merudal rumah sakit bersalin, sembilan orang luka termasuk dua wanita yang sedang memeriksakan kehamilannya di rumah sakit itu.
Dinas Layanan Darurat Negara (DSNS) dan Wakil Walikota Ternivka Oleksandr Dobrovolskyi juga mengkonfirmasi serangan dan korban jiwa tersebut.
Kepolisian Nasional Ukraina melaporkan bahwa bus tersebut terbakar akibat serangan terhadap infrastruktur sipil.
Laporan awal menyebutkan 12 orang tewas dan tujuh luka-luka, tetapi jumlah korban tewas kemudian meningkat menjadi 15.
Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk (OVA), Oleksandr Ganzha mengatakan di Telegram, bahwa sebuah drone Rusia menyerang lokasi sebuah bus perusahaan di distrik Pavlohrad.
Menurut perusahaan energi DTEK, semua yang tewas adalah penambang yang pulang kerja.
“Pusat salah satu serangan adalah bus perusahaan yang mengangkut para penambang setelah jam kerja mereka. Hingga saat ini, 15 penambang dipastikan tewas, dan tujuh lainnya terluka,” kata DTEK dalam sebuah pernyataan.
Rumah Bersalin Dirudal
Seorang ibu hamil meninggalkan tempat pemeriksaan di rumah sakit bersalin yang berantakan setelah dirudal Rusia.(FOTO: Euronews)
Selain menyerang pekerja tambang yang baru pulang kerja, pada hari itu Rusia dengan dronenya juga merudal rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia, melukai sedikitnya sembilan orang, termasuk seorang anak.
Serangan Rusia itu dilakukan sekitar tengah hari, melukai sedikitnya enam orang. Diantara yang terluka terdapat dua wanita yang sedang memeriksakan kehamilannya, dan seorang anak laki-laki berusia empat tahun.
Pasukan Rusia telah berulang kali menargetkan fasilitas dan personel DTEK pada tahun 2025.
Akhir Oktober 2025 lalu, serangan Rusia juga menghantam tambang DTEK di wilayah tersebut saat 496 pekerja berada di bawah tanah. Tidak ada laporan korban luka pada saat itu.
Sebelumnya pada hari Minggu, serangan pesawat tak berawak Rusia juga menghantam kota Dnipro, menewaskan dua warga sipil - seorang pria dan seorang wanita. Pesawat tak berawak itu menghancurkan sebuah rumah pribadi, memicu kebakaran.
Dua rumah lainnya dan sebuah mobil mengalami kerusakan, dan petugas layanan darurat berhasil memadamkan api.
Pembicaraan Trilateral Berikutnya Dijadwalkan pada 4-5 Februari 2026 di Abu Dhabi setelah Rusia meluncurkan lebih dari 10.000 drone dan bom pada Bulan Januari
Serangan terhadap pekerja tambang Ukraina dan rumah sakit bersalin itu terjadi di tengah upaya yang sedang berlangsung untuk menegosiasikan kesepakatan perdamaian antara Ukraina, AS, dan Rusia. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Brutal, Rusia Merudal Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Pekerja Tewas
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |