TIMES JAKARTA, JAKARTA – Hujan deras dan cuaca buruk yang menyelimuti wilayah Jakarta Utara sejak Senin (12/1) memaksa sejumlah nelayan tradisional untuk menyandarkan kapal mereka. Kondisi alam yang tidak bersahabat ini membuat aktivitas mencari ikan di pesisir utara Jakarta lumpuh total.
Penasihat Perkumpulan Nelayan Tradisional wilayah Kalibaru, Cilincing, dan Marunda, M. Tahir, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem ini berdampak luas pada seluruh titik pendaratan ikan.
“Saat ini gelombang besar dan angin dibarengi hujan deras mengakibatkan seluruh nelayan tradisional di kawasan Kalibaru, Cilincing, Marunda dan Muara Angke tidak dapat melaut di pesisir teluk Jakarta," terang Tahir di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan bahwa risiko keselamatan menjadi alasan utama para nelayan enggan memaksakan diri berangkat. “Cuaca buruk ini membuat gelombang tinggi di perairan Teluk Jakarta dan tentu membahayakan,” tegasnya.
Menanti Uluran Tangan Pemerintah
Terhentinya kegiatan melaut secara otomatis memutus mata pencaharian harian para nelayan. Dalam kondisi sulit ini, mereka menaruh harapan besar pada perhatian pemerintah setempat untuk membantu menyambung hidup.
"Kami sangat berharap ada kepedulian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk dapat membantu dalam bentuk apapun agar meringankan beban hidup para nelayan teluk Jakarta," ungkap Tahir. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Cuaca Ekstrem, Nelayan Jakarta Utara Terpaksa Berhenti Melaut
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |