https://jakarta.times.co.id/
Berita

Buka Kursus Gratis, Kemendikdasmen Gaspol Tekan Pengangguran Usia Muda di 2026

Selasa, 03 Februari 2026 - 21:55
Buka Kursus Gratis, Kemendikdasmen Gaspol Tekan Pengangguran Usia Muda di 2026 Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya menegaskan Kemendikdasmen membuka Kursus Gratis untuk menekan angka pengangguran. (Foto: Kemendikdasmen for TIMES Indonesia)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pemerintah makin serius menekan angka pengangguran usia muda. Memasuki tahun anggaran 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran kursus gratis bagi anak putus sekolah dan lulusan SMK yang belum terserap dunia kerja.

Langkah itu diwujudkan melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

Program ini digadang-gadang menjadi jurus cepat negara untuk menyelamatkan generasi muda dari jerat pengangguran sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional di tengah persaingan industri yang kian ketat.

Langkah awal dimulai dengan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) penyelenggaraan PKK dan PKW yang dipimpin langsung oleh Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, secara daring pada Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 3.000 lembaga kursus dan pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.

Fokus Anak Putus Sekolah dan Lulusan SMK Menganggur

Yaya Sutarya menegaskan bahwa sasaran utama program tahun ini adalah Anak Putus Sekolah (APS) serta lulusan SMK yang hingga kini belum memperoleh pekerjaan tetap.

Menurutnya, PKK dan PKW bukan sekadar pelatihan jangka pendek, melainkan intervensi strategis negara agar generasi muda memiliki keterampilan nyata dan daya tawar tinggi di pasar kerja.

“Pemerintah ingin memastikan setiap anak muda, terutama yang terkendala biaya pendidikan, tetap punya kesempatan yang adil untuk berdaya saing. Standarnya bukan hanya lokal, tapi juga global,” ujar Yaya.

Ia menambahkan, pelatihan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini agar lulusan program tidak kembali menganggur setelah pelatihan selesai.

Dua Jalur Strategis: Siap Kerja dan Siap Usaha

Untuk menjawab kebutuhan ekonomi yang beragam, Kemendikdasmen membagi program ini ke dalam dua jalur utama.

Pertama, Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang dirancang sebagai jalur cepat (fast track) bagi peserta yang ingin segera bekerja.

Program ini menerapkan konsep link and match yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Target akhirnya jelas: sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja di perusahaan mitra.

Kedua, Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang difokuskan pada penciptaan wirausaha baru. Peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga mentalitas kewirausahaan, manajemen usaha, hingga dukungan modal awal berupa peralatan untuk merintis bisnis mandiri.

Dengan skema ini, pemerintah berharap lulusan PKW mampu membuka lapangan kerja baru, bukan sekadar mencari pekerjaan.

Guna memastikan program berjalan akuntabel dan tepat sasaran, seluruh proses pengajuan hingga pengelolaan PKK dan PKW kini terintegrasi dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Digitalisasi ini dilakukan untuk menutup celah subjektivitas, meminimalkan potensi penyimpangan, serta memastikan bantuan pemerintah hanya diterima oleh lembaga yang benar-benar kompeten dan berkomitmen meningkatkan kualitas pelatihan.

Kolaborasi dengan Industri dan Asosiasi Profesi

Untuk menjaga mutu pelaksanaan, Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat) menggandeng berbagai pihak, mulai dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, organisasi mitra, asosiasi profesi, hingga dunia usaha dan industri.

Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat jaminan bahwa kurikulum pelatihan benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan peluang lulusan untuk langsung terserap industri.

Pendaftaran Resmi Dibuka

Sosialisasi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube KursusKita ini sekaligus menandai dibukanya pendaftaran bagi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), PKBM, serta satuan pendidikan non-formal lainnya di seluruh Indonesia.

Pemerintah mengimbau lembaga yang memenuhi persyaratan untuk segera mengakses jadwal pelaksanaan dan tautan pendaftaran melalui laman resmi Kemendikdasmen.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah, lembaga kursus, dan dunia industri, program PKK dan PKW 2026 diharapkan menjadi motor penggerak penurunan pengangguran dan kemiskinan, sekaligus membuka jalan baru bagi lahirnya generasi muda Indonesia yang mandiri, terampil, dan siap bersaing. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.