TIMES JAKARTA, JAKARTA – Jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan turis China naik 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir. Data ini menunjukkan bahwa pemulihan sektor pariwisata Indonesia pascapandemi COVID-19 masih terus berlanjut.
Dalam laporan yang dirilis pada Senin (2/2), BPS menyebutkan total kunjungan wisatawan asal China mencapai 1,34 juta sepanjang 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1,19 juta kunjungan.
Meski menunjukkan tren positif, laju pertumbuhan kunjungan turis China pada 2025 terbilang melambat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang melonjak hingga 52 persen. Dari sisi volume, jumlah kunjungan tahun lalu juga masih belum menyamai rekor tertinggi pada 2019 yang melampaui 2 juta kunjungan sebelum pandemi melanda.
Kendati demikian, BPS menilai kenaikan ini tetap menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan pariwisata Indonesia masih berlangsung. Sepanjang 2025, wisatawan asal China menyumbang sekitar 8,7 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kontribusi tersebut menempatkan China sebagai negara penyumbang wisatawan asing terbesar keempat, setelah Malaysia, Australia, dan Singapura.
Dari sisi destinasi, Bali masih menjadi pintu masuk utama wisatawan asal China. Sekitar 40 persen kunjungan tercatat masuk melalui Pulau Dewata. Jakarta menyusul dengan porsi sekitar 38 persen, sementara sisanya tersebar melalui Batam, Surabaya, dan sejumlah kota lainnya.
Peningkatan kunjungan ini sejalan dengan penguatan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan China. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri China Li Qiang di Jakarta pada Mei tahun lalu.
Kerja sama pariwisata kedua negara mencakup berbagai aspek, mulai dari pertukaran kontak bisnis, dorongan peningkatan kunjungan wisatawan, kolaborasi untuk menarik wisatawan dari negara ketiga, pendirian kantor perjalanan resmi, hingga fasilitasi kegiatan promosi pariwisata.
Arus wisata tidak hanya terjadi dari China ke Indonesia. Dalam laporan yang sama, BPS juga mencatat bahwa China menjadi salah satu dari lima tujuan favorit wisatawan Indonesia sepanjang 2025. Tercatat lebih dari 610.000 warga Indonesia melakukan perjalanan ke China, menjadikannya tujuan dengan jumlah kunjungan tertinggi setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura.
Data tersebut menegaskan semakin eratnya hubungan pariwisata kedua negara, sekaligus memperlihatkan peran strategis China dalam pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kunjungan Turis China ke Indonesia Naik 12,2 Persen pada 2025, Tertinggi dalam Enam Tahun
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |