Masa Tobat dan Penyembuhan
TIMES Jakarta/Rm. Albertus Herwanta O, Carm, Tinggal dan Berkarya di Hongkong.

Masa Tobat dan Penyembuhan

Apakah kita telah mempersiapkan diri untuk menghayati masa tobat dan penyembuhan ini? Marilah kita mohon rahmat Allah agar membantu kita memulihkan hidup kita dari pelbagai penyakit rohani yang menggerogotinya.

TIMES Jakarta,Rabu 18 Februari 2026, 18:02 WIB
788
H
Hainor Rahman

JakartaHari ini kita merayakan Rabu Abu yang menandai mulainya Masa Prapaskah. Gereja mengajak kita, umatnya untuk secara khusus menghayati puasa dan pertobatan. Apa ciri khas pertobatan ini? 

Masa Prapaskah sering dipandang sebagai masa pengorbanan, tetapi pada hakikatnya, ini adalah masa tobat dan  penyembuhan. Gereja menganugerahkan kepada kita tiga sarana utama doa, puasa, dan sedekah. 

Ini bukan sekadar kewajiban, melainkan sebagai resep utuh untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah, dengan diri sendiri, dan dengan sesama. Ketiganya adalah sarana yang membantu kita bekerja sama dengan rahmat Allah untuk menjalani pertobatan yang mendalam dan otentik.

Sarana yang pertama adalah doa, yang mengarahkan kita kepada Allah. Dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, kita kerap lupa akan siapa Allah dan siapa diri kita dalam hubungan dengan-Nya. 

Doa adalah tindakan sadar untuk memasuki dan merasakan kehadiran-Nya. Entah melalui Kitab Suci, keheningan, atau Rosario, doa membuka saluran rahmat. 

Dalam doa kita mengizinkan Allah melembutkan hati kita yang keras dan menyingkapkan situasi di mana kita telah tersesat. Pertobatan dimulai bukan dari usaha kita sendiri, melainkan dari memandang Allah dan membiarkan diri kita dipandang oleh-Nya.

Sarana yang kedua adalah puasa, yang mengarahkan kita pada hal yang sungguh penting. Ketika kita dengan sukarela berpantang dari sesuatu yang baik, seperti makanan atau hiburan, kita menyatakan bahwa kita bukanlah budak dari hawa nafsu kita. 

Rasa lapar secara fisik yang kita alami mengingatkan kita akan kerinduan rohani kita yang lebih dalam akan Allah. Puasa menyingkapkan kelemahan kita dan mengajarkan kita menguasai diri. Ia adalah sarana yang memutus rantai rasa puas diri, mengingatkan kita bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Sarana yang ketiga adalah sedekah, yang mengarahkan kita kepada sesama. Pertobatan yang hanya melihat ke dalam diri saja tidaklah lengkap. Hidup Kristen sejati selalu terarah keluar. Sedekah berbagi waktu, harta, dan talenta kita dengan orang miskin adalah bukti nyata dari kasih kita kepada Allah. 

Ketika kita memberi kepada mereka yang berkekurangan, kita mengenali wajah Kristus dalam diri mereka yang tersisihkan. Praktik ini mematahkan cengkeraman ketamakan dan memurnikan hati kita, mengubah kita dari konsumen menjadi pelayan.

Bersama-sama, ketiga sarana ini membentuk jalan yang sempurna untuk menjalani masa Prapaskah sebagai masa tobat dan penyembuhan. Ketiganya tidak sekadar mengubah perilaku kita selama empat puluh hari; melainkan mengatur ulang seluruh hidup kita. Dengan mengarahkan diri kepada Allah dalam doa, mengarahkan diri ke dalam batin kita dalam puasa, dan mengarahkan diri kepada sesama dalam sedekah, kita mempersiapkan diri untuk mati bersama Kristus, agar kita sungguh dapat bangkit bersama-Nya. Inilah inti dari Prapaskah, dan inti dari hidup Kristiani yang sejati.

Apakah kita telah mempersiapkan diri untuk menghayati masa tobat dan penyembuhan ini? Marilah kita mohon rahmat Allah agar membantu kita memulihkan hidup kita dari pelbagai penyakit rohani yang menggerogotinya. 

***

*) Oleh : Rm. Albertus Herwanta O, Carm, Tinggal dan Berkarya di Hongkong.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia  untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hainor Rahman
|
Editor:Hainorrahman

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.