TIMES JAKARTA, JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan MotoGP, Honda HRC Castrol memilih menutup rangkaian peluncuran pramusim 2026 dengan pesan yang tegas: konsistensi dan keberlanjutan.
Peluncuran livery terbaru yang dilakukan secara daring, Senin (2/2/2026), bukan sekadar seremoni visual, melainkan penanda fase penting kebangkitan pabrikan Jepang itu menjelang Official Sepang Test.
Dua pembalap andalan Honda, Joan Mir dan Luca Marini, tampil sebagai figur sentral bersama jajaran manajemen. Kehadiran keduanya mempertegas kepercayaan Honda terhadap duet yang kini memasuki musim ketiga bersama tim pabrikan, sebuah kemewahan yang jarang terjadi di era MotoGP modern yang serba instan.
Musim 2025 menjadi titik balik penting. Setelah beberapa tahun terjebak dalam fase transisi, Honda mencatat progres signifikan lewat pengembangan Honda RC213V, yang disebut-sebut menorehkan performa terbaik sejak 2019. Pendekatan teknis yang lebih stabil, ditopang konsistensi Marini dan kilasan kualitas juara dunia dari Mir, menjadi fondasi yang ingin dilanjutkan pada 2026.
Menariknya, musim ini juga menjadi tahun terakhir RC213V berlaga di kelas 1.000 cc, sebelum regulasi baru MotoGP diberlakukan pada 2027.
Honda memilih mempertahankan identitas klasiknya: merah, biru, dan putih—tricolore yang merepresentasikan gairah balap, keunggulan teknologi, dan dedikasi kepada penggemar. Identitas tersebut kembali dipertegas lewat kemitraan utama dengan Castrol, yang memperkuat citra tim pabrikan di lintasan.
Tahun 2026 juga sarat makna historis. Honda menandai 60 tahun kiprahnya di MotoGP, sejak era mesin 500 cc RC181 hingga evolusi menuju RC213V. Selama enam dekade, Honda telah mengoleksi 314 kemenangan kelas premier dan lebih dari 2.300 podium di semua kelas, sebuah capaian yang menjadi tolok ukur ambisi mereka saat ini.
Luca Marini menegaskan target realistis namun kompetitif. Ia menilai progres musim lalu sebagai modal penting untuk mendekat ke barisan depan. “Di tahun terakhir era 1.000 cc, kami ingin menutupnya dengan cara yang tepat, kompetitif dan menikmati prosesnya,” ujarnya, menyinggung fokus penuh sepanjang musim dingin.
Sementara itu, Joan Mir menyoroti isu konsistensi yang masih menjadi pekerjaan rumah. Juara dunia MotoGP 2020 tersebut optimistis, terutama menyambut dua tes pramusim yang krusial. Ia menegaskan tidak ada waktu untuk menunggu, mengingat setiap lap awal musim akan menentukan arah kampanye Honda sepanjang tahun.
Manajer tim Alberto Puig menutup dengan refleksi filosofis. Baginya, DNA Honda tak pernah berubah: balapan dan hasrat untuk menang. Puig menyebut musim 2025 sebagai fondasi teknis yang solid, termasuk keberhasilan Marini membantu Honda naik peringkat konsesi serta dua podium Mir yang menegaskan kualitas juara dunia di tengah proses pembangunan ulang tim.
Dengan pramusim yang ditutup dan Sepang Test di depan mata, Honda HRC Castrol memasuki MotoGP 2026 bukan sebagai penantang tanpa arah, melainkan sebagai proyek kebangkitan yang mulai menemukan bentuk dan tujuan. (*)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |