https://jakarta.times.co.id/
Olahraga

Cadillac Formula 1 Team: Profil Tim Baru F1 yang Debut pada Musim 2026

Selasa, 06 Januari 2026 - 02:33
Mengenal Cadillac Formula 1 Team, Tim Baru F1 yang Debut pada Musim 2026 Valtteri Bottas (kiri) dan Sergio Perez, akan menjadi pilot Cadillac Formula 1 Team di musim balapan 2026. (foto: F1)

TIMES JAKARTA, JAKARTAFormula 1 akan memasuki babak baru pada musim 2026. Untuk pertama kalinya sejak 2016, grid F1 akan diisi 11 tim setelah Cadillac Formula 1 Team dipastikan menjalani debut pada Grand Prix Australia, 8 Maret 2026.

Masuknya Cadillac menandai kembalinya pabrikan besar Amerika Serikat ke F1, sekaligus menjadikan mereka tim ke-11 di grid, bersamaan dengan diberlakukannya regulasi teknis anyar di ajang balap paling prestisius tersebut. Tim ini didukung langsung oleh General Motors (GM) bersama TWG Motorsports.

Dengan kehadiran Cadillac, F1 kini memiliki dua tim berlisensi Amerika Serikat, menyusul Haas yang lebih dulu masuk pada 2016. Berbeda dengan Audi yang juga tampil pada 2026—namun berangkat dari basis Sauber—Cadillac benar-benar hadir sebagai tim baru dari nol.

Basis di AS dan Inggris

Cadillac akan bermarkas utama di Fishers, Indiana, kawasan yang tak jauh dari pusat motorsport Amerika, Indianapolis. Namun, seperti tim F1 modern lainnya, operasi mereka tak hanya terpusat di satu negara.

Tim ini juga memiliki fasilitas di Inggris, tepat di sekitar Silverstone, serta tengah membangun pusat pengembangan power unit di dekat pusat teknis General Motors di Charlotte, North Carolina. Langkah ini disiapkan untuk ambisi jangka panjang mereka sebagai tim pabrikan penuh.

Dipimpin Nama-Nama Berpengalaman

Untuk membangun fondasi tim, Cadillac merekrut sejumlah figur berpengalaman di dunia F1. Graeme Lowdon, mantan Sporting Director Marussia, dipercaya sebagai Team Principal. Sementara posisi Chief Technical Officer diisi Nick Chester, yang lama berkecimpung bersama Renault.

Nama lain yang tak kalah penting adalah Pat Symonds, sosok senior yang pernah berkiprah bersama tim-tim besar Enstone (Toleman, Benetton, Renault), yang kini menjabat sebagai Executive Engineering Consultant.

Bottas dan Perez Jadi Andalan Awal

Cadillac memilih pendekatan realistis untuk musim debut mereka. Alih-alih bertaruh pada talenta muda, tim ini mengandalkan duet berpengalaman: Valtteri Bottas dan Sergio Perez, yang diumumkan sebagai pembalap utama pada Agustus 2025.

Kombinasi Bottas–Perez membawa pengalaman luar biasa ke garasi Cadillac: total 527 start Grand Prix, 16 kemenangan, dan 23 pole position. Keduanya juga sempat tidak turun balap penuh pada musim 2025, sehingga 2026 akan menjadi awal baru bagi masing-masing pembalap.

Meski berlabel tim Amerika, Cadillac tidak memaksakan penggunaan pembalap AS sejak awal. Namun, Colton Herta, pembalap Amerika sekaligus juara IndyCar, telah direkrut sebagai test driver. Herta bahkan akan turun di Formula 2 pada 2026 sebagai bagian dari jalur pengembangan menuju F1.

Mesin Ferrari hingga 2029

Untuk urusan teknis, Cadillac belum langsung menggunakan mesin buatan sendiri. Hingga setidaknya musim 2028, mereka akan memakai power unit dan gearbox Ferrari, serupa dengan Haas.

Target jangka panjangnya jelas: Cadillac ingin menjadi tim pabrikan penuh (works team) dengan mesin buatan sendiri mulai 2029, sejalan dengan keterlibatan penuh General Motors di proyek ini.

Jadwal Uji Coba dan Peluncuran

Cadillac dijadwalkan melakukan shakedown pertama pada Januari 2026, sebelum mengikuti tes privat seluruh tim di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 26–30 Januari. Tes resmi F1 kemudian berlangsung di Bahrain pada 11–13 dan 18–20 Februari.

Menariknya, Cadillac akan meluncurkan livery resmi mereka pada Super Bowl 2026, 8 Februari—pilihan yang menegaskan identitas Amerika tim ini.

Target Realistis di Musim Perdana

Untuk musim debut, Cadillac memilih untuk tidak muluk-muluk. Fokus utama mereka adalah membangun reputasi dan mengeksekusi setiap proses dengan baik.

Perjalanan Cadillac di F1 diyakini tidak akan mudah, dengan kurva pembelajaran yang panjang. Namun, dengan dukungan pabrikan besar, struktur tim yang solid, serta dua pembalap berpengalaman, Cadillac optimistis bisa membangun proyek jangka panjang di Formula 1.

Musim 2026 pun kian menarik—dan Cadillac menjadi salah satu alasan utama mengapa era baru F1 layak dinantikan. (*)

Pewarta : Wahyu Nurdiyanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.