TIMES JAKARTA, PACITAN – SMKN 1 Nawangan Pacitan terus berinovasi dalam mempercepat digitalisasi sekolah guna mencetak generasi yang unggul dan melek teknologi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS di koperasi sekolah serta menjalin kerja sama dengan salah satu bank di Pacitan untuk membuka cabang di lingkungan sekolah.
Sejak menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Nawangan pada Oktober 2024, Redy Yuniarto telah menggagas berbagai program berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi layanan sekolah.
Salah satunya adalah mendorong penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran utama bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
“Kami ingin membiasakan siswa dengan sistem transaksi digital sejak dini. Dengan pembayaran berbasis QRIS, mereka akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi finansial di masa depan,” ujar Redy Yuniarto, Rabu (26/2/2025).
Kolaborasi antara SMKN 1 Nawangan dan bank tersebut mulai dijalankan sejak Januari 2025. Kehadiran perbankan di lingkungan sekolah memberikan kemudahan bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar dalam mengakses layanan perbankan, termasuk pembukaan rekening tabungan, transfer, hingga pembayaran tagihan listrik tanpa harus pergi ke kota.
Lebih dari sekadar layanan perbankan, kerja sama ini juga membuka peluang bagi siswa untuk mengenal dunia keuangan lebih dalam.
Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah pembukaan rekening bank khusus bagi siswa, yang bertujuan untuk membiasakan mereka menabung sejak dini.
“Adanya kerja sama dengan Bank BNI ini memungkinkan sekolah membuka bank mini yang bisa dimanfaatkan siswa, warga sekolah, dan masyarakat untuk menabung serta bertransaksi secara non-tunai,” jelas Redy Yuniarto.
Tak hanya menerapkan QRIS, SMKN 1 Nawangan juga tengah mengembangkan kartu pelajar multifungsi. Kartu ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai identitas siswa tetapi juga dapat digunakan sebagai ATM dan alat pembayaran digital berbasis QRIS.
“Ke depan, kami ingin kartu pelajar ini bisa digunakan sebagai ATM tanpa ada biaya administrasi bulanan yang memberatkan siswa. Jadi, mereka bisa lebih mudah melakukan transaksi selama masih aktif sebagai siswa di SMKN 1 Nawangan,” tambahnya.
Saat ini, sistem pembayaran digital berbasis QRIS sudah mulai diterapkan di koperasi sekolah. Hal ini memungkinkan siswa dan guru untuk bertransaksi secara non-tunai, yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru dalam ekosistem keuangan digital.
Dengan langkah-langkah inovatif tersebut, SMKN 1 Nawangan tidak hanya berupaya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan era digital dan Industri 4.0. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Cetak Lulusan Melek Teknologi, SMKN 1 Nawangan Pacitan Percepat Digitalisasi Sekolah
Pewarta | : Yusuf Arifai |
Editor | : Ronny Wicaksono |