Pastikan MBG Higienis, Seperti Ini Standar Sanitasi Ketat yang Diterapkan SPPG Polri
TIMES Jakarta/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten menerapkan standar ketat (FOTO: Divisi Humas Polri/ANTARA)

Pastikan MBG Higienis, Seperti Ini Standar Sanitasi Ketat yang Diterapkan SPPG Polri

Kepala SPPG Polri Pejaten, M Iqbal Salim mengatakan bahwa proses pencucian alat masak hingga ompreng (food tray) dilaksanakan secara berlapis guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan higienis bagi siswa yang menerima.

TIMES Jakarta,Jumat 3 Oktober 2025, 16:11 WIB
479.9K
A
Antara

JAKARTASatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Polri menerapkan standar sanitasi yang ketat guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan higienis bagi siswa yang menerima.

Kepala SPPG Polri Pejaten M. Iqbal Salim dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (3/10/2025) mengatakan bahwa proses pencucian alat masak hingga ompreng (food tray) dilaksanakan secara berlapis.

Menurut Iqbal, langkah pertama adalah membersihkan sisa makanan yang berada di ompreng terlebih dahulu. Dia mengatakan, setiap alat masak dan wadah makanan baru dibawa ke tempat cuci setelah melalui pemilahan sisa makanan.

Lalu, di tempat pencucian, dilaksanakan tiga tahapan untuk membilasnya. “Wastafel pertama itu wastafel air panas dan sabun. Jadi, fungsinya air panas dan sabun itu untuk melunturkan sisa-sisa lemak, minyak,” kata Iqbal.

Pada wastafel kedua, ompreng dan alat masak dihilangkan dari noda sabun dengan disikat dan dibilas. Sedangkan pada wastafel ketiga, ompreng dan alat masak dibersihkan dengan air mengalir dan tanpa air sabun.

Setelah proses pencucian, alat-alat tersebut dilap tipis dan dimasukkan dalam oven pengering. “Fungsi oven pengering itu selain mengeringkan, diharapkan proses oven ini bisa membunuh bakteri juga,” ujar Iqbal.

Iqbal mengungkapkan bahwa sanitasi di SPPG Polri diawasi secara berkala oleh Dinas Kesehatan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Tak hanya itu, SPPG Polri juga mengantongi sejumlah sertifikat untuk memastikan kelayakan higienis yang diterapkan.

“Untuk higienis sanitasi tentu didukung juga dengan sertifikat layak higienis sanitasi dan juga beberapa sertifikat seperti ISO 2018. Kemudian, ada penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan BRC. Dari SPPG Polri sendiri juga sudah terbit sertifikat halalnya,” ungkapnya.

Selain itu, penyimpanan bahan makanan juga diatur ketat dengan pemisahan bahan basah, kering, maupun bumbu.

Diketahui, sejak beroperasi pada Maret 2025, SPPG Polri Pejaten menyalurkan sekitar 3.400 porsi makanan setiap hari ke 10 sekolah. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.