https://jakarta.times.co.id/
Berita

Diklat Semimiliter Petugas Haji 2026 Dinilai Efektif Bangun Disiplin dan Kekompakan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 10:28
Diklat Semimiliter Petugas Haji 2026 Dinilai Efektif Bangun Disiplin dan Kekompakan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji tahun 2026 yang dilaksanakan dengan metode semimiliter bertujuan membangun kedisiplinan dan kekompakan, bukan sekadar menggembleng fisik.

Hal tersebut disampaikan Dahnil usai memimpin apel pagi dan lari bersama peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Menurutnya, setelah satu pekan pelatihan, terjadi perubahan persepsi yang signifikan di kalangan peserta.

Dahnil mengakui, pada awal pelaksanaan diklat, sebagian peserta bersikap skeptis dan memandang metode semimiliter sebagai sesuatu yang tidak relevan dengan tugas pelayanan haji. Namun pandangan tersebut berangsur berubah seiring proses pelatihan berjalan.

“Di awal mereka mencibir dan menganggap ini militerisme. Tapi setelah satu minggu dijalani, yang mereka temukan justru kegembiraan, kekompakan, dan disiplin,” ujar Dahnil.

Kementerian Haji dan Umrah melakukan terobosan baru dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dengan menerapkan diklat semimiliter bagi calon petugas. Untuk pertama kalinya, pelatihan ini melibatkan personel TNI dan Polri sebagai pendamping pembinaan kedisiplinan.

Dahnil menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menanamkan militerisme, melainkan mengadopsi nilai-nilai positif dari kultur militer, seperti disiplin, ketertiban, dan struktur kerja yang jelas. Ia juga menepis anggapan adanya “military phobia” atau ketakutan berlebihan terhadap metode tersebut.

“Yang mereka bayangkan sebelumnya tidak mereka temukan. Yang ada justru kedisiplinan dan kekompakan. Pelatihan ini terukur dan seimbang,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, para calon petugas haji menjalani latihan fisik berupa lari berjenjang dengan jarak antara 5 hingga 7 kilometer. Meski demikian, Dahnil memastikan aspek intelektual dan spiritual tetap menjadi bagian penting dari kurikulum diklat.

Setiap hari, para peserta tetap mendapatkan materi intensif terkait bahasa Arab, fikih haji, serta manajemen perhajian. Menurut Dahnil, keseimbangan antara fisik, mental, dan pengetahuan menjadi kunci dalam membentuk petugas haji yang profesional.

Hasil evaluasi sementara menunjukkan progres yang dinilai sangat positif. Dahnil menyebut para peserta terlihat lebih kompak, disiplin, dan menunjukkan sikap gembira dalam menjalani pelatihan.

“Kalau petugas tidak gembira, tidak akan tumbuh keikhlasan dalam melayani jemaah. Ini kali pertama petugas haji digembleng seserius ini,” tandasnya.

Dengan metode tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap para petugas haji 2026 tidak hanya siap secara teknis dan manasik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan fisik yang prima untuk menghadapi tantangan pelayanan jemaah di Tanah Suci.(*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.