TIMES JAKARTA, JAKARTA – Platform distribusi musik independen Bandcamp resmi melarang peredaran musik yang dibuat menggunakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di dalam layanannya. Kebijakan ini menjadikan Bandcamp sebagai salah satu platform musik pertama yang mengambil sikap tegas terhadap musik AI di industri global.
Dikutip dari The Hollywood Reporter, Rabu (14/1), Bandcamp menegaskan larangan tersebut bertujuan melindungi komunitas musisi dan memastikan para penggemar mendapatkan karya musik yang benar-benar diciptakan oleh manusia.
“Fakta bahwa Bandcamp adalah rumah bagi komunitas yang begitu dinamis yang terdiri atas orang-orang nyata yang membuat musik luar biasa adalah sesuatu yang ingin kami lindungi dan pertahankan,” tulis Bandcamp dalam pernyataan resmi yang dibagikan melalui Reddit pada Selasa waktu setempat.
Dalam kebijakan terbarunya, Bandcamp menyatakan tidak mengizinkan musik maupun audio yang dihasilkan sepenuhnya atau sebagian besar oleh teknologi AI generatif. Pengguna juga diminta melaporkan konten yang diduga dibuat dengan ketergantungan tinggi pada AI agar dapat ditinjau oleh tim internal.
“Kami berhak untuk menghapus musik apa pun yang dicurigai dihasilkan oleh AI,” tegas Bandcamp.
Keputusan ini diambil di tengah pesatnya pertumbuhan musik berbasis AI di berbagai platform digital. Layanan streaming asal Prancis, Deezer, sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 50.000 lagu hasil generasi AI diunggah ke platform mereka setiap hari.
Selain itu, survei yang diterbitkan Morgan Stanley dan dikutip Sherwood News pekan lalu menunjukkan bahwa 60 persen responden berusia 18–29 tahun mengaku mendengarkan musik buatan AI, dengan rata-rata durasi sekitar tiga jam per pekan.
Sejumlah platform musik lain juga mulai memperketat kebijakan terkait musik AI. iHeart, misalnya, menyatakan tidak memutar musik AI yang menggunakan vokalis sintetis yang berpura-pura menjadi manusia. Sementara itu, Spotify memperbarui kebijakan pada September lalu dengan mengizinkan lagu berisi klon suara AI hanya jika mendapat persetujuan dari artis asli yang ditiru.
Spotify juga mengungkapkan telah menghapus lebih dari 75 juta lagu yang dikategorikan sebagai “spam” dalam satu tahun terakhir.
Meski pemutaran musik AI terus meningkat, minat jangka panjang pendengar terhadap karya semacam ini masih menjadi perdebatan. CEO Luminate, Rob Jonas, dalam laporan akhir tahunnya menyebut mayoritas pendengar masih mencari sentuhan manusia dalam karya musik.
“Ke depan, perdebatan tidak hanya soal kapan artis AI mencapai puncak tangga lagu, tetapi juga apakah audiens akan memberi mereka legitimasi budaya yang sama seperti kreator manusia,” tulis Jonas.
Ia menegaskan bahwa melindungi nilai intrinsik kreasi manusia di tengah banjir konten digital menjadi tantangan terbesar industri musik saat ini.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bandcamp Larang Musik Buatan AI, Tegaskan Komitmen Lindungi Karya Musisi Manusia
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |