TIMES JAKARTA, YOGYA – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta didukung sejumlah pemangku kebijakan terkait termasuk Kanwil Kementerian Agama DIY menggelar simulasi kedua embarkasi dan debarkasi haji Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Hotel Ibis Kulon Progo, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan mematangkan kesiapan operasional layanan haji berbasis hotel menjelang pemberangkatan jemaah haji tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti yang membacakan sambutan Gubernur DIY menyampaikan bahwa embarkasi haji di YIA bukan sekadar simpul transportasi, tetapi menjadi wajah pelayanan negara kepada jemaah. Pelayanan haji harus menjamin keberangkatan jemaah secara tertib, aman, sehat, dan humanis.
“Embarkasi haji bukan hanya urusan administrasi, tetapi cerminan kehadiran negara dalam melayani umat. Setiap jemaah harus merasa aman, tenang, dan dilayani dengan penuh penghormatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, simulasi pertama yang digelar 13 Desember 2025 dengan melibatkan 300 calon jemaah menunjukkan tingkat kesiapan operasional mendekati 80 persen. Namun, masih diperlukan penyempurnaan pada efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas, serta penguatan fasilitas bagi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan.

“Oleh karena itu, simulasi kedua ini menjadi tahap pematangan sistem agar seluruh proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, keimigrasian, hingga boarding, berjalan terintegrasi dan presisi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi tahap kedua sebagai upaya memastikan kesiapan layanan haji di DIY.
Menurutnya, embarkasi berbasis hotel di DIY menjadi terobosan pelayanan yang diharapkan dapat menjadi percontohan nasional.
“Simulasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur dan standar operasional berjalan dengan baik. Kami ingin jemaah memperoleh kepastian layanan yang mudah, tertib, dan nyaman,” kata Abdul Haris.
Ia menambahkan, DIY menjadi daerah pertama yang melaksanakan layanan embarkasi haji berbasis hotel secara menyeluruh.
“Model pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan haji sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Secara terbuka, Abdul Haris juga memberikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag DIY yang telah menunjukkan dukungan terbaik penyelenggaraan haji tahun ini.
“Dukungan Kanwil Kemenag DIY adalah yang terbaik sejauh ini,” ungkap Abdul Haris.
Kakanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej yang turut hadir pada kesempatan ini juga menyebut Kemenag DIY akan terus memberikan dukungan kepada Kanwil Kemenhaj DIY.
“Haji adalah hajat akbar bersama, kami akan terus mendukung agar dapat berjalan baik khususnya di DIY,” tegas Kakanwil Ahmad Bahiej.
Kegiatan simulasi ini melibatkan unsur pemerintah daerah, otoritas bandara, TNI/Polri, petugas PPIH, tenaga kesehatan, serta relawan. Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja dalam satu orkestrasi pelayanan agar pelaksanaan embarkasi haji di YIA berjalan profesional, tertib, cepat, dan humanis. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: DIY Jadi Percontohan Embarkasi-Debarkasi Haji Berbasis Hotel
| Pewarta | : Ahmad Nuril Fahmi |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |