TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas), resmi mempercepat pembangunan lima proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah strategis ini diambil guna menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto.
“Perlu percepatan penanganan sampah nasional dengan gerakan yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), yaitu Gerakan Indonesia ASRI,” tegas Zulhas dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Terbatas di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Sebaran Proyek dan Status Pengerjaan
Percepatan pengembangan PSEL ini difokuskan pada lima titik krusial, yaitu Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Legok Nangka (Jawa Barat).
Saat ini, empat lokasi meliputi Bekasi, Yogyakarta, Bogor, dan Denpasar telah memasuki tahap pelelangan. Sementara itu, proyek di Legok Nangka sudah berjalan dan diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028 mendatang. Menko Zulhas juga membocorkan rencana jangka panjang dengan menyiapkan sembilan proyek PSEL tambahan yang mencakup wilayah Jakarta, Lampung, hingga Tangerang.
Inovasi Teknologi untuk Skala Mikro
Dalam upayanya memperluas jangkauan pengolahan sampah, Menko Zulhas meminta bantuan kepada BRIN serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Fokus utamanya adalah menciptakan teknologi PSEL yang fleksibel untuk tingkat desa maupun kecamatan.
Selama ini, teknologi PSEL yang ada membutuhkan input minimal 1.000 ton sampah per hari. Zulhas berharap ada inovasi teknologi yang mampu mengolah sampah dalam skala 50 hingga 200 ton saja.
“Mungkin bisa kampus-kampus kita membuat alat-alat yang dengan teknologi yang sesuai,” ungkap Zulhas mengenai harapannya terhadap keterlibatan akademisi dalam menciptakan alat pengolah sampah skala kecil.
Progres Wilayah Aglomerasi
Senada dengan hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa empat wilayah aglomerasi (Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi) diperkirakan siap melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Maret mendatang.
Secara keseluruhan, terdapat 10 wilayah aglomerasi yang telah ditetapkan untuk pembangunan PSEL, yaitu wilayah siap bangun meliputi Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya. Wilayah prioritas berikutnya yaitu Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya, dan Serang Raya.
Menteri Hanif menambahkan, pemerintah juga terus mematangkan persiapan untuk wilayah Jakarta Raya dan Bandung Raya. Mengingat volume sampah yang sangat besar—masing-masing mencapai 8.000 ton dan 5.000 ton per hari—kedua wilayah ini masih dalam tahap pemenuhan aspek teknis dan administratif yang diperlukan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Menko Zulhas Percepat 5 Proyek PSEL untuk Gerakan Indonesia ASRI
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |