https://jakarta.times.co.id/
Berita

Bali Waspadai Potensi Penularan Virus Nipah dari Ternak Babi

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:23
Bali Waspadai Potensi Penularan Virus Nipah dari Ternak Babi Kepala Bidang P2P Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti. ANTARA

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mengantisipasi potensi penyebaran virus Nipah melalui ternak babi, seiring besarnya produksi dan populasi babi di Pulau Dewata. Langkah kewaspadaan ini dilakukan meski hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan virus Nipah di Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memastikan pengawasan terhadap kesehatan hewan, khususnya babi.

“Jadi tentu ini yang tetap kami amankan, kami juga berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk kewaspadaan terhadap virus Nipah ini di hewannya,” ujar Raka Susanti di Denpasar, Kamis.

Ia menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Virus ini diketahui memiliki inang alami berupa kelelawar, dan dapat menular ke hewan lain seperti babi. Penularan serupa pernah terjadi pada Kejadian Luar Biasa (KLB) di Malaysia tahun 1998, yang berujung pada pemusnahan besar-besaran ternak babi karena penularan ke manusia.

Meski belum ada kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena Bali menjadi daerah dengan produksi babi terbesar di Tanah Air. Raka menyebut, virus Nipah dapat menyebar melalui air liur kelelawar yang mencemari buah atau makanan, lalu dikonsumsi hewan seperti babi.

“Virus Nipah ini ada di air liur kelelawar. Kalau dia makan buah lalu air liurnya tertinggal, kemudian dikonsumsi babi, itu yang harus kita waspadai,” jelasnya.

Selain pengawasan pada hewan, Dinkes Bali juga memperketat pencegahan masuknya virus dari luar daerah maupun luar negeri melalui pengawasan lalu lintas orang. Upaya ini dilakukan bersama Balai Besar Karantina Kesehatan di bandara dan pelabuhan.

Negara-negara yang menjadi perhatian khusus antara lain Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand, yang pernah atau sedang menetapkan status kejadian luar biasa terkait virus Nipah.

Hingga saat ini, Pemprov Bali memastikan belum ada temuan kasus virus Nipah. Surveilans kesehatan terus dilakukan, dan seluruh fasilitas kesehatan dinyatakan siap, mulai dari puskesmas, rumah sakit daerah, hingga rumah sakit swasta.

“Di Bali dengan 120 puskesmas, masing-masing kabupaten sudah ada RSUD, ditambah rumah sakit swasta yang siap dengan ruang isolasi dan tenaga kesehatan. Kita sudah belajar dari COVID-19,” kata Raka.

Pemprov Bali juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah penyebaran virus Nipah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan serta tidak mengonsumsi buah yang tidak jelas kebersihannya.(*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.