TIMES JAKARTA, JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan jaminan penuh bahwa proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda akan berlangsung transparan dan akuntabel. Ia menegaskan tidak akan ada "jalur khusus" atau praktik titipan yang dapat menjamin kelulusan calon siswa.
Pernyataan ini dikeluarkan sebagai peringatan bagi orang tua dan murid agar tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan kementerian dengan janji kelulusan instan.
“Kami menjamin seluruh prosesnya akan berjalan dengan transparan, akuntabel, jika ada orang-orang tertentu yang mengklaim, menawarkan, ada jalur khusus ataupun sama sekali tidak ada, tidak boleh terjadi hal seperti itu, semuanya akan transparan akuntabel,” tegas Brian dalam peluncuran PPDB SMA Unggul Garuda yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Brian berharap masyarakat tidak segan untuk menghubungi saluran resmi Kemdiktisaintek jika memerlukan klarifikasi mengenai mekanisme atau persyaratan pendaftaran.
Fokus pada Talenta STEM dan Pemerataan Akses
SMA Unggul Garuda diproyeksikan menjadi pusat keunggulan pendidikan dengan kurikulum internasional dan fasilitas mutakhir. Sekolah ini difokuskan sebagai ruang bagi talenta muda dalam bidang sains, teknologi, teknik (engineering), dan matematika (STEM).
Menurut Brian, program ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendemokratisasi pendidikan berkualitas. “Ini tentu merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan bahwa akses terhadap pendidikan unggul tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi melainkan oleh potensi, prestasi, dan yang paling penting adalah kerja keras,” ujarnya.
Sebaran Lokasi dan Kuota Siswa
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Ahmad Najib Burhani memerinci bahwa PPDB tahun 2026 akan menjaring total 640 siswa. Ribuan talenta ini akan ditempatkan di empat lokasi SMA Unggul Garuda, yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Tanjung Selor, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Belitung Timur.
Najib menjelaskan bahwa masing-masing sekolah akan menerima 160 siswa. Meskipun mengusung standar internasional, sekolah-sekolah ini tetap akan mengintegrasikan nilai-nilai lokal.
"SMA Unggul Garuda nantinya akan dilengkapi dengan berbagai sarana-prasarana, fasilitas pembelajaran, serta guru dan tenaga kependidikan terbaik berstandar internasional. Namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan wawasan kebangsaan," pungkas Najib. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kemdiktisaintek Jamin PPDB SMA Unggul Garuda Transparan
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |