TIMES JAKARTA, JAKARTA – Honda Motor Co., Ltd. resmi memperkenalkan desain ulang logo ikonik “H” khusus untuk lini bisnis otomotif. Logo baru ini menandai perubahan strategis besar seiring transformasi Honda menghadapi era elektrifikasi dan teknologi kendaraan masa depan.
Pembaruan logo akan mulai digunakan pada model-model generasi terbaru Honda yang meluncur pada 2027. Tidak hanya terpasang di kendaraan, identitas visual anyar ini juga akan diterapkan di seluruh ekosistem otomotif Honda, mulai dari diler, materi pemasaran, hingga program motorsport.
Ini menjadi perubahan logo pertama Honda sejak awal 1980-an. Logo “H” kini tampil lebih sederhana dan modern tanpa bingkai, mencerminkan identitas baru Honda yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada arah dan filosofi perusahaan ke depan.
Desain logo tersebut pertama kali diperkenalkan melalui model konsep mobil listrik Honda “0 Series” yang sempat dipamerkan di berbagai ajang otomotif dunia. Konsep sedan dan SUV tersebut telah lebih dulu menggunakan emblem baru sebelum akhirnya dikonfirmasi untuk produksi massal.

Honda menjelaskan, desain logo terinspirasi dari konsep “dua tangan yang terbuka”, melambangkan komitmen perusahaan untuk memperluas kemungkinan mobilitas dan menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Filosofi ini juga mencerminkan upaya Honda kembali ke akar nilai sambil bertransformasi menghadapi tantangan masa depan.
Perubahan logo ini berjalan seiring dengan penyesuaian strategi elektrifikasi Honda. Perusahaan menilai transisi global menuju kendaraan listrik murni tidak berjalan secepat yang diperkirakan. Berdasarkan proyeksi internal, penjualan mobil listrik Honda pada 2030 diperkirakan masih di bawah 30 persen dari total penjualan global.
Sebagai respons, Honda memangkas rencana investasi elektrifikasi sekitar 30 persen, dari sebelumnya sekitar 69 miliar dolar AS menjadi 48 miliar dolar AS. Namun langkah ini disebut bukan sebagai kemunduran, melainkan penyesuaian arah.
Honda kini memperkuat fokus pada teknologi hybrid. Hingga 2030, Honda menargetkan meluncurkan sedikitnya 13 model hybrid generasi terbaru secara global, dengan target penjualan lebih dari 2,2 juta unit per tahun. Strategi ini dinilai mampu menekan emisi sekaligus menjaga profitabilitas.
Di sisi internal, Honda juga merombak struktur pengembangan kendaraan dengan mengintegrasikan teknologi listrik dan mesin konvensional dalam satu sistem kerja. Selain itu, Honda tengah menyiapkan arsitektur elektronik terpusat dan sistem perangkat lunak canggih untuk mendukung kendaraan masa depan yang lebih pintar dan terhubung.
Meski berfokus pada teknologi baru, Honda menegaskan tidak meninggalkan DNA performa dan warisan historisnya. Program motorsport, pengembangan mobil performa, hingga dukungan restorasi model klasik tetap menjadi bagian dari strategi menjaga loyalitas penggemar.
Logo baru Honda menjadi penanda paling kasat mata dari perubahan besar tersebut. Di baliknya, Honda tengah menata ulang cara berinovasi dan menyeimbangkan warisan teknik dengan tuntutan teknologi otomotif masa depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Honda Segarkan Logo “H”, Siap Masuki Era Elektrifikasi Mulai 2027
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |