TIMES JAKARTA, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Wadhwani Skilling Network (WSN) untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK. Melalui Program JobReady, kedua pihak berkomitmen memperkuat kesiapan kerja siswa agar lebih relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK Kemendikdasmen, Adrianus Patiung, menekankan bahwa tantangan di dunia kerja saat ini tidak lagi bisa dijawab hanya dengan selembar ijazah.
“Dunia kerja membutuhkan lulusan yang kompeten secara teknis sekaligus adaptif, berkarakter, dan memiliki soft skills yang kuat. Melalui kolaborasi dengan Wadhwani Foundation Indonesia, kami ingin memastikan setiap SMK memiliki akses pada program kesiapan kerja yang relevan dan berkualitas untuk mendukung transisi siswa ke dunia kerja,” ujar Adrianus di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Program Gratis Berbasis Teknologi AI
Program JobReady dirancang sebagai inisiatif penguatan keterampilan yang dapat diakses sepenuhnya tanpa biaya oleh sekolah maupun siswa. Program ini menawarkan 79 jam pembelajaran terstruktur, 75 modul mikro, serta 11 penilaian kompetensi dengan metode blended learning—kombinasi belajar mandiri digital dan pendampingan kelas.
Menariknya, program ini juga mengintegrasikan teknologi Wadhwani GenieAI. Asisten kecerdasan buatan ini berfungsi membantu siswa melakukan simulasi wawancara kerja, memperdalam materi, serta memberikan umpan balik personal secara instan.
Adrianus menambahkan bahwa kemitraan ini bertujuan menciptakan kerangka kesiapan kerja yang seragam di seluruh sistem pendidikan vokasi. Saat ini, Wadhwani Foundation telah merangkul ratusan SMK serta puluhan perguruan tinggi dan politeknik di Indonesia.
“SMK yang bergabung akan memperoleh dukungan menyeluruh, mulai dari orientasi pendidik, panduan implementasi, sertifikasi, hingga akses platform pembelajaran digital,” jelasnya.
Target 3 Juta Penempatan Kerja
Di sisi lain, Vice President WSN & Country Director Wadhwani Foundation, Herdian Mohammad, menyebutkan bahwa kolaborasi nasional ini adalah langkah strategis untuk menjangkau seluruh SMK di Indonesia dengan program yang berbasis hasil (outcome-based).
“Melalui JobReady, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Ini menjadi bagian dari komitmen Wadhwani Foundation mendukung 3 juta penempatan kerja hingga 2030,” kata Herdian.
Selain memberikan materi yang relevan, program ini juga memberikan keuntungan berupa certificate of completion bagi para siswa dan guru yang berhasil menyelesaikan pelatihan. Langkah ini diharapkan mampu mengintegrasikan penguatan kemampuan kerja ke dalam kurikulum vokasi tanpa menambah beban administratif sekolah. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Perkuat Vokasi, Kemendikdasmen dan Wadhwani Foundation Luncurkan Program JobReady
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |