https://jakarta.times.co.id/
Olahraga

Ronaldo Mungkin Berlabuh di MLS atau Portugal

Jumat, 06 Februari 2026 - 08:20
Klub Portugal dan MLS menjadi Tujuan Cristiano Ronaldo jika Pergi dari Arab Saudi Cristiano Ronaldo masih belum menentukan masa depan. Apakah bertahan di Al Nassr atau pindah klub. (foto: Instagram@cristiano)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Ulang tahun ke-41 seharusnya menjadi momen perayaan bagi Cristiano Ronaldo. Namun, jika laporan media internasional dapat dipercaya, suasana batin megabintang Portugal itu justru jauh dari kata meriah.

Ronaldo disebut menolak bermain untuk Al-Nassr, sebuah sinyal serius bahwa masa depannya di Arab Saudi tengah berada di persimpangan.

Akar persoalan bukan semata performa di lapangan, melainkan dinamika kekuatan finansial di balik Saudi Pro League.

Pemain kelahiran 5 Februari 1985 itu dikabarkan kecewa dengan cara para pemilik modal liga—yang berada di bawah payung Dana Investasi Publik Arab Saudi—mendistribusikan dukungan kepada klub-klub besar. Perpindahan Karim Benzema ke rival juara Al-Hilal disebut menjadi pemantik utama kemarahan sang kapten Al-Nassr.

Dalam konteks ini, ketidakpuasan Ronaldo mencerminkan problem struktural: ambisi personal seorang ikon global berhadapan dengan strategi liga yang menempatkan keseimbangan kekuatan sebagai prioritas.

Bagi Ronaldo, yang terbiasa menjadi pusat proyek olahraga, situasi tersebut dinilai menggerus peluang kompetitif Al-Nassr di level domestik maupun kontinental.

Spekulasi pun merebak. Salah satu opsi yang kembali mencuat adalah Real Madrid, klub tempat Ronaldo menorehkan era keemasan dengan 450 gol dari 434 pertandingan.

Namun, dengan proyek jangka panjang Madrid yang kini bertumpu pada generasi baru, wacana ini lebih bernuansa nostalgia ketimbang rencana realistis.

Begitu juga dengan spekulasi kembali ke Manchester United. Pintu Old Tafford sepertinya tertutup bagi pemain yang sudah menua.

Pilihan yang lebih emosional adalah pulang ke Sporting Lisbon, klub yang membesarkan namanya sebelum hijrah ke Inggris. Kembali ke Primeira Liga Portugal akan menjadi penutup karier yang romantis, meski tantangan komersial dan kompetitif tentu tak lagi sebanding dengan sorotan global yang biasa ia terima.

Opsi pensiun juga mengemuka, tetapi pernyataan Ronaldo sendiri justru menutup pintu itu. Dalam ajang Globe Soccer Awards di Dubai, Desember lalu, ia menegaskan ambisinya menembus angka “mitologis” 1.000 gol sepanjang karier. Saat ini, koleksi golnya telah mencapai 961. Dengan margin 39 gol lagi, target itu masih sangat mungkin dicapai.

Tetap bertahan di Arab Saudi, namun dengan klub berbeda, juga menjadi skenario paling rasional. Struktur liga memungkinkan perpindahan antarklub besar, dan kekosongan figur sentral di Al-Ittihad atau bahkan potensi reuni dengan Benzema di Al-Hilal membuka ruang spekulasi baru.

Di luar Timur Tengah, Major League Soccer (MLS) menawarkan narasi global yang menggoda. Rivalitas abadi Ronaldo dengan Lionel Messi berpotensi hidup kembali di Amerika Serikat—sebuah magnet komersial yang sulit diabaikan, meski keduanya telah melewati puncak performa.

Pada akhirnya, ulang tahun ke-41 ini bukan sekadar penanda usia bagi Cristiano Ronaldo. Ia menjadi simbol fase krusial: antara ambisi pribadi, realitas industri sepak bola modern, dan warisan yang ingin ia tinggalkan.

Bertahan, pindah, atau mengakhiri karier—setiap keputusan kini akan dibaca sebagai bab penentu dari salah satu perjalanan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.