https://jakarta.times.co.id/
Berita

Tambang Koltan Rubaya di Kongo Ambrol, Sedikitnya 227 Orang Tewas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:10
Tambang Koltan Rubaya di Kongo Ambrol, Sedikitnya 227 Orang Tewas Tambang kolkan di bagian timur Republik Demokratik Kongo ini ambrol, 227 orang tewas termasuk wanita dan anak-anak.(FOTO: The Guardian)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Tambang koltan Rubaya di bagian timur Republik Demokratik Kongo (RDC) ambrol akibat longsor. Sedikitnya 227 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut. Hingga Sabtu (31/1/2026) siang, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung.

Juru bicara Gubernur Provinsi setempat yang ditunjuk kelompok pemberontak, Lumumba Kambere Muyisa, mengatakan lebih dari 200 orang menjadi korban dalam bencana ini. Para korban terdiri atas penambang, anak-anak, serta perempuan pedagang yang berada di area tambang saat kejadian.

“Beberapa orang berhasil diselamatkan tepat waktu, namun mengalami luka serius,” ujar Muyisa kepada Reuters.

Menurutnya, longsor terjadi karena kondisi tanah yang rapuh akibat musim hujan. “Kami sedang berada di musim hujan. Tanahnya rapuh. Tanah itulah yang ambruk saat para korban berada di dalam lubang,” tambahnya.

Tambang Rubaya merupakan salah satu penghasil koltan terbesar di dunia, dengan kontribusi sekitar 15 persen dari total produksi global. Koltan diolah menjadi tantalum, logam tahan panas yang sangat dibutuhkan untuk industri telepon seluler, komputer, komponen kedirgantaraan, hingga turbin gas.

Lokasi tambang tersebut berada di bawah kendali kelompok pemberontak M23 sejak tahun 2024. Di kawasan ini, warga setempat menggali koltan secara manual dengan upah hanya beberapa dolar per hari.

Peristiwa runtuhnya tambang terjadi pada Rabu lalu. Hingga Jumat malam, jumlah pasti korban belum dapat dipastikan. Seorang penasihat gubernur menyebutkan bahwa jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi mencapai sedikitnya 227 orang. Ia berbicara dengan syarat anonim karena tidak memiliki kewenangan resmi untuk memberikan keterangan kepada media.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya menyatakan bahwa aliansi AFC/M23 telah menjarah kekayaan tambang Rubaya untuk mendanai aktivitas pemberontakan mereka. Pemberontakan tersebut disebut-sebut mendapat dukungan dari pemerintah Rwanda, meskipun Rwanda membantah tuduhan tersebut.

Kelompok M23, yang dipersenjatai secara lengkap, dalam beberapa tahun terakhir memperluas penguasaan wilayah kaya mineral di Kongo timur. Tujuan mereka antara lain menggulingkan pemerintah pusat di Kinshasa serta mengklaim perlindungan bagi minoritas Tutsi Kongo.(*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.