https://jakarta.times.co.id/
Berita

PBNU Gelar Puncak Harlah Satu Abad NU di Istora Senayan, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir

Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:43
PBNU Gelar Puncak Harlah Satu Abad NU di Istora Senayan, Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat acara Jumpa Pers di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta. (Foto: NU TV)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan kesiapan penuh menjelang puncak perayaan harlah ke-100 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir dalam momentum satu abad perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, undangan telah disampaikan kepada Presiden Prabowo, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, hingga para duta besar negara sahabat. Sebagian besar undangan telah mengonfirmasi kehadiran.

“Kami sudah mengirim undangan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, juga kepada seluruh menteri kabinet dan pimpinan badan serta lembaga. Para dubes kami kirimi semua undangan dan hampir semuanya sudah mengonfirmasi kehadiran. Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan dan bisa hadir bersama-sama kami,” ujar Gus Yahya dalam jumpa pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, seluruh aspek teknis penyelenggaraan telah dikoordinasikan, termasuk pengamanan bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), guna memastikan acara berjalan lancar.

Gus Yahya mengungkapkan, puncak harlah satu abad NU akan dihadiri oleh jajaran lengkap PBNU, mulai dari Tanfidziyah, Syuriyah, hingga badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor. Selain itu, ribuan kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren, serta pengurus NU dari 38 provinsi dan 548 cabang di seluruh Indonesia juga telah berada di Jakarta.

Dengan estimasi jumlah peserta mencapai 10 ribu orang, acara yang akan dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi simbol kekuatan kolektif dan soliditas jam’iyah Nahdlatul Ulama dalam mengawal kehidupan kebangsaan.

Mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia, PBNU menegaskan bahwa arah perjuangan NU sejalan dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan. Gus Yahya menjelaskan, tema tersebut merefleksikan komitmen NU dalam memperjuangkan keadilan dan kehormatan seluruh umat manusia, nilai yang telah menjadi fondasi gerakan NU selama satu abad.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh elemen NU telah sepakat menjalankan rangkaian kegiatan harlah sesuai dengan kesepakatan bersama serta kembali pada khittah dan landasan dasar perjuangan organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya turut menyinggung sikap Indonesia terhadap isu Palestina. Ia menyatakan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan bagian dari amanat proklamasi yang harus terus dijaga. Terkait keputusan Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace, Gus Yahya menilai langkah tersebut dilandasi pertimbangan strategis dan komitmen jangka panjang bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia.

“Ya saya kira semua orang memahami bahwa ini dipandang kontroversial oleh berbagai kalangan. Nah kemudian kenapa kita, Indonesia ini bergabung? Kenapa Presiden menyatakan bergabung? Tentu Presiden punya pertimbangan-pertimbangan sendiri,” kata Gus Yahya.

Peringatan harlah ke-100 Nahdlatul Ulama tidak hanya menjadi perayaan usia organisasi, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan peran NU dalam menjaga persatuan bangsa serta mendorong terwujudnya peradaban Indonesia yang adil, damai, dan bermartabat.

Dengan dukungan masif dari berbagai elemen bangsa dan komunitas internasional, NU menegaskan posisinya sebagai kekuatan strategis dalam mengawal masa depan Indonesia. (*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.