TIMES JAKARTA, JAKARTA – Banyak keluarga sebenarnya sudah memiliki perencanaan kebutuhan rumah tangga setiap bulan. Namun, situasi yang kerap terjadi adalah dompet terasa menipis padahal bulan baru saja dimulai. Ironisnya, pengeluaran yang dilakukan pun masih sebatas kebutuhan rutin.
Kondisi ini memang wajar sesekali. Tetapi jika terus berulang, ada baiknya mulai mengevaluasi pola konsumsi. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah frugal living—gaya hidup yang menempatkan prioritas, tujuan jangka panjang, dan kebijaksanaan dalam setiap keputusan finansial.
Frugal living bukan berarti menahan pengeluaran secara ekstrem atau bersikap pelit terhadap diri sendiri. Intinya adalah kesadaran: membedakan mana kebutuhan, mana keinginan, dan mana kebiasaan kecil yang diam-diam menguras keuangan. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ganti Tisu dengan Kain Lap
Kebiasaan menggunakan tisu sering kali dianggap sepele, padahal jika ditotal, pengeluarannya cukup terasa dalam satu bulan. Kain lap yang bisa dicuci dan digunakan berulang kali dapat menjadi alternatif yang lebih hemat sekaligus ramah lingkungan. Penghematan dari pos kecil ini bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting.
Rencanakan Menu Masakan Harian
Makanan menjadi salah satu pengeluaran terbesar rumah tangga. Keluarga yang memiliki perencanaan menu harian cenderung lebih bijak dalam berbelanja bahan pokok. Bahan makanan dibeli sesuai kebutuhan, sisa makanan berkurang, dan kebiasaan jajan impulsif bisa ditekan. Memasak sendiri juga terbukti jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli makanan siap saji.
Pilih Perangkat Elektronik Hemat Energi
Perangkat elektronik sudah menjadi kebutuhan yang sulit dihindari. Namun, penggunaan barang yang boros energi dapat membebani tagihan bulanan. Beralih ke perangkat hemat energi adalah investasi jangka panjang. Jika memungkinkan, menabung untuk solusi energi alternatif seperti panel surya juga bisa menjadi langkah strategis untuk menekan biaya listrik dalam jangka panjang.
Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Membawa tas belanja sendiri kini bukan hanya soal kepedulian lingkungan, tetapi juga soal penghematan. Banyak toko mulai mematok harga untuk kantong plastik. Menyimpan tas belanja di kendaraan atau tas pribadi bisa memangkas pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian. Menggunakan wadah makanan dari kaca, stainless steel, atau silikon food grade juga membantu mengurangi biaya bungkus sekali pakai.
Pada akhirnya, frugal living bukan tentang hidup serba kekurangan, melainkan tentang kendali. Ketika setiap pengeluaran disadari tujuannya, keuangan menjadi lebih stabil, dan dompet tidak lagi terasa “menjerit” di awal bulan.(*)
| Pewarta | : Thaoqid Nur Hidayat |
| Editor | : Imadudin Muhammad |