https://jakarta.times.co.id/
Berita

Dapat Standing Ovation di Sundance FIlm Festival, Para Perasuk Ukir Sejarah Baru

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:00
Dapat Standing Ovation di Sundance FIlm Festival, Para Perasuk Ukir Sejarah Baru Sejumlah pemain dan pembuat film “Para Perasuk” di Sundance International Film Festival 2026. (Foto: ANTARA/HO-POPLICIST Publicist)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Film “Para Perasuk” (Levitating) garapan sutradara Wregas Bhanuteja persembahan Rekata Studio mendapat sambutan standing ovation di Sundance International Film Festival 2026.

Dalam penayangan perdana pada 24 Januari 2026 waktu Amerika Serikat, film Para Perasuk mendapat sambutan meriah hingga standing ovation dari para penonton.

“Saya merasa sangat berterima kasih karya terbaru kami diterima dengan baik oleh audiens internasional, termasuk di Sundance, dan semoga nanti juga mendapat sambutan yang baik dari penonton Indonesia,” kata Wregas, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Di Sundance Film Festival 2026, film Para Perasuk juga berkompetisi di program World Cinema Dramatic Competition. Momen ini menandai pertama kalinya film Indonesia terseleksi di program tersebut sejak 13 tahun terakhir.

Film yang dibintangi Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, serta Anggun itu mengeksplorasi kisah pencarian obsesif dari anak muda bernama Bayu untuk menjadi perantara roh, di saat kekuatan dari luar tengah mengancam desanya.

Di film ini, Wregas juga dengan piawai mengeksplorasi fenomena kerasukan menjadi sebuah pengalaman komunal masyarakat, alih-alih sekadar sebagai sesuatu yang eksotis.

“Kerasukan dan adanya ritual sambetan di film ini ditampilkan sebagai pengalaman komunal sehari-hari, momen-momen di mana orang-orang keluar dari rutinitas mereka, melepaskan tekanan, dan terhubung kembali dengan sesama,” ujar Wregas.

Selain mendapat sambutan yang hangat dengan standing ovation dari para penonton, film Para Perasuk juga mendapat ulasan yang positif, seperti dari media internasional Screen Daily menulis Anggun sebagai sosok yang memukau, dan film ini memberikan pencerahan.

“Kisah quasi-coming-of-age yang energetik dari (Wregas) Bhanuteja ini memberikan pencerahan sekaligus kecerdasan secara artistik,” tulis ulasan Screen Daily.

Sundance International Film Festival adalah salah satu festival film legendaris di Amerika Serikat yang pertama kali berlangsung pada 1978. Festival film ini merupakan festival film independen terbesar di dunia.

Sundance 2026 berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026. Film Para Perasuk terpilih dari total 16.201 film submissions (termasuk 2.579 film panjang internasional) dari 164 negara.

Di Sundance, film Para Perasuk berkompetisi dengan total 9 film lainnya di program World Cinema Dramatic Competition. Sebelumnya, film pendek karya Wregas Bhanuteja, Tak Ada yang Gila di Kota Ini juga pernah berkompetisi di Sundance 2020 di program International Narrative Short Films.

Sambutan ini menjadi awal baik perjalanan film Para Perasuk yang juga akan segera tayang di bioskop Indonesia.

“Kami memulai langkah pertama film Para Perasuk di Sundance Film Festival dengan penuh semangat. Harapannya semoga film Para Perasuk bisa bertemu dengan lebih banyak penonton dari berbagai negara setelah ini,” ujar produser Iman Usman.(*)

 

Pewarta : Antara
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.