TIMES JAKARTA, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan komitmen memperluas layanan internet cepat dan berkualitas dengan harga terjangkau atau internet murah yang ditargetkan dapat dinikmati oleh 10,8 juta rumah tangga pada 2030.
Meutya mengatakan layanan internet murah menggunakan teknologi Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) pada pita frekuensi radio 1,4 GHz saat ini siap beroperasi secara bertahap.
"Untuk internet murah yang berkualitas dengan 1,4 GHz untuk 2025 proses persiapan dan saat ini sudah siap dioperasikan secara bertahap dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah di tahun 2030," kata Meutya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat pada Senin (26/1/2026).
Sedangkan untuk tahun 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan sebanyak 1,99 juta rumah tangga akan menerima manfaat layanan internet murah.
Dalam rapat tersebut, Meutya juga memaparkan layanan jaringan 4G sudah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk Indonesia. Sedangkan layanan jaringan 5G telah menjangkau 6,33 persen luas pemukiman di Indonesia.
Kemkomdigi menargetkan jangkauan jaringan 5G diperluas hingga mencakup 8,5 persen luas pemukiman. Upaya tersebut akan dilakukan dengan menggelar lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun ini.
"Rencana kami untuk menggelar lelang dari frekuensi 5G mudah-mudahan di tahun 2026 bisa dapat kita capai untuk jangkauan 8,5 persen luas pemukiman," kata Meutya.
Diketahui, Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Guna menyediakan layanan akses internet fixed broadband dengan kecepatan 100 Mbps, Kemkomdigi mengalokasikan spektrum baru dan skema jaringan terbuka yang mendorong keterlibatan banyak pihak dan memungkinkan penyediaan layanan dengan harga terjangkau.
Pemerintah mengupayakan penggunaan teknologi nirkabel untuk menyediakan layanan akses internet di rumah-rumah yang sulit dijangkau jaringan fiber optik seperti area permukiman padat di gang-gang sempit.(*)
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |