https://jakarta.times.co.id/
Berita

Ketegangan Meningkat, Iran Sebut Siap Perang Total Lawan Amerika Serikat

Senin, 26 Januari 2026 - 21:44
Iran Nyatakan Sangat Siap Perang Hadapi Amerika Serikat Lapangan Enghelab, tempat papan reklame digelar yang isinya memperingatkan AS agar tidak melakukan tindakan militer di Iran. (FOTO: The Guardian/AP)

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai titik kritis. Pemerintah Iran menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi konfrontasi militer dan menegaskan tidak akan menahan diri seperti pada konflik Juni 2025 lalu.

"Jari sudah di pelatuk," tegas Komandan Garda Revolusi Iran, Senin (26/1/2026). Sebagai kekuatan utama dalam rezim teokrasi Iran, Garda Revolusi memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan kesalahan perhitungan, sembari mengklaim bahwa posisi mereka kini "lebih siap dari sebelumnya."

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, turut mengeluarkan peringatan keras melalui opini yang diterbitkan The Wall Street Journal. Ia menegaskan bahwa Republik Islam akan membalas dengan seluruh kekuatan jika kembali diserang.

"Kami tidak akan bersikap menahan diri seperti pada Juni 2025. Angkatan bersenjata kami tidak ragu membalas tembakan dengan semua yang kami miliki," tulis Araghchi, merujuk pada konflik 12 hari dengan Israel pertengahan tahun lalu.

Araghchi menambahkan bahwa pernyataannya bukanlah gertakan semata. "Ini bukan ancaman, melainkan kenyataan yang perlu saya sampaikan secara eksplisit. Sebagai diplomat dan veteran, saya pun membenci perang," tambahnya.

Propaganda Visual di Jantung Teheran

Di Ibu Kota Teheran, pemerintah Iran memasang papan reklame provokatif di Lapangan Enghelab (Revolusi). Mural tersebut menggambarkan kapal induk AS dengan jet tempur yang hancur bersimbah darah, disertai slogan: "Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai."

Lapangan Enghelab dikenal sebagai pusat pertemuan massa yang dikelola negara, di mana mural-mural di kawasan tersebut secara berkala diganti sesuai dengan dinamika politik nasional dan hubungan internasional.

Respons Trump dan Pergerakan Armada AS

Menanggapi situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan Iran. Di atas pesawat Air Force One, Trump mengonfirmasi pengerahan armada kapal perang menuju wilayah tersebut.

"Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah sana. Kita lihat saja nanti, mungkin kami tidak perlu menggunakannya," ujar Trump, Kamis lalu. Ia juga mengklaim militer AS saat ini lebih mudah menjangkau situs nuklir Iran dibandingkan posisi pada Juni lalu.

Seorang pejabat Angkatan Laut AS yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak telah meninggalkan Laut Cina Selatan dan kini berada di Samudra Hindia menuju arah barat.

Krisis Domestik Iran dan Ancaman Eksekusi

Ketegangan eksternal ini terjadi di tengah gejolak domestik Iran. Gelombang protes nasional yang dipicu runtuhnya mata uang rial sejak 28 Desember 2025 kini meluas menjadi gerakan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Berdasarkan data Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), jumlah korban tewas dalam kerusuhan tersebut mencapai sedikitnya 5.002 orang hingga Jumat pekan lalu, dengan lebih dari 41.280 orang ditangkap. Kendati demikian, angka pasti sulit diverifikasi akibat pemadaman internet yang telah berlangsung selama lebih dari dua minggu di Iran.

Terkait hal ini, Trump mengancam akan melakukan tindakan militer "senyap" terhadap situs nuklir Iran jika Teheran melanjutkan rencana eksekusi mati terhadap para pengunjuk rasa. Selain itu, ia memastikan akan segera menerapkan tarif sekunder bagi negara-negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.