TIMES JAKARTA, JAKARTA – Petugas Haji yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi (Diklat PPIH Arab Saudi) sudah menyelesaikan kelas tugas dan fungsi di masing-masing layanan dan akan memasuki kelas daerah kerja (daker) Madinah, Mekah dan Bandara.
Dalam kelas tugas dan fungsi layanan, seperti layanan lansia dan disabilitas, para petugas haji dibekali banyak materi dan pengetahuan seputar pelayanan terhadap jemaah haji lansia dan disabilitas seperti cara membersihkan dan merawat jemaah haji lansia.
Fasilitator kelas layanan lansia dan disabilitas, Kapten Ckm, Mohammad Agus Pribowo menjelaskan sejak Senin (19/1/2026) hingga Kamis (22/1/2026) kemarin, petugas haji di layanan lansia dan disabilitas sudah dibekali teori dan praktik.
“Nantinya tugas dan fungsi lansia itu bertugas merawat para lansia yang memang secara kesehariannya tidak bisa melakukan kegiatan secara mandiri. Artinya tidak bisa mandi sendiri, makan sendiri, kemudian tidak bisa minum obat dan segala macamnya,” ucap Kapten Agus dikutip pada Jumat (23/1/2026).
Kapten Agus mengungkapkan petugas layanan Lansia dan Disabilitas yang jumlahnya sekitar 290 orang ini akan dibagi ke masing-masing sektor di setiap daker baik Madinah dan Mekah serta daker Bandara.
“Rata-rata di satu sektor ada 15 orang dan 15 orang ini tugasnya lumayan cukup berat karena mereka akan bertugas sebagai caregiver, memberikan keperawatan kepada lansia-lansia,” ungkap pria yang bertugas di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Kapten Agus mengingatkan ada beberapa hal aspek yang harus diperhatikan untuk jemaah lansia seperti kesehatan, sosial dan psikologi. “Rata-rata lansia mempunyai penyakit komorbit bawaan dan biasanya datang ke Arab sudah mempunyai obat-obatan yang perlu dibawa. Itu nanti akan dibawah pengawasan,” ucapnya.
Dalam aspek sosial, lanjut Kapten Agus, lansia ini tidak selamanya di kamar dan perlu diajak keluar untuk berolahraga dan peregangan. “Karena selama 40 hari kalau dia tidak bergerak badannya, hanya tidur di tempat tidur, juga tidak bagus buat lansia,” sebutnya.
“Terus aspek psikologi. Kita mesti ajak ngobrol si jemaah lansia itu. Nah dengan kita berikan pelatihan supaya teman-teman petugas lansia dapat menerapkan hal tersebut,” tandasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Petugas Haji Layanan Lansia dan Disabilitas Praktik Membersihkan Jemaah Haji
| Pewarta | : Ahmad Nuril Fahmi |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |