TIMES JAKARTA, MADIUN – Serap aspirasi dan kegiatan bersama masyarakat dalam kemasan bakti sosial terpadu (BST) di Kabupaten Madiun sudah berlangsung dalam masa tiga kepemimpinan bupati, Yakni H. Djunaedi Mahendra, H. Muhtarom dan H. Ahmad Dawami Ragil Saputro.
Di masa kepemimpinan Bupati Madiun H. Hari Wuryanto kegiatan tersebut tetap berlanjut dan bertransformasi menjadi Bakti Harmonis Madiun Bersih Sehat dan Sejahtera (Bahana Bersahaja).
"Namanya saja yang berbeda tetapi ruh dan tujuannya sama," ungkap Hari Wuryanto di sela kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Kamis (22/1/2026).
Bupati dan Wakil Bupati Madiun bersama kepala OPD serta forkopimda disambut warga Desa Karangrejo, Wungu. (Foto : Yupi Apridayani/TIMESIndonesia)
Menurut Hari Wur, panggilan akrab Bupati Madiun, Bahana Bersahaja maupun BST merupakan paket kegiatan yang dinilai tepat dan bisa diterima masyarakat. Serta menjadi ajang komunikasi dan interaksi antara jajaran pemerintah daerah dengan pemerintah desa dan masyarakat.
"Prinsipnya yang sudah baik dilanjutkan dan ditingkatkan," kata Hari Wur.
Gelaran perdana Bahana Bersahaja di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu berlangsung pada 21-22 Januari 2026. Di hari pertama, Bupati dan Wakil Bupati Madiun beserta jajaran forkopimda mengikuti kegiatan olahraga bersama dan pasar murah.
Kedatangan bupati dan rombongan disambut drumband anak-anak disabilitas dilanjutkan flashmob tari Gugur Gunung oleh warga setempat. Kegiatan dibuka Bupati Madiun diawali pertandingan bola voli antara tim Pemkab Madiun berhadapan dengan tim Desa Karangrejo.
Pada malam harinya, kegiatan Bahana Bersahaja dilanjutkan dengan sarasehan bersama masyarakat. Forum ini digelar untuk menyerap aspirasi, masukan, serta uneg-uneg warga secara langsung.
Selain dialog terbuka, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sejumlah bantuan kepada masyarakat.
Saat sarasehan, Hari Wur menyampaikan Bahana Bersahaja bertujuan untuk menggali dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Pemkab Madiun bakal fokus pada pengembangan potensi ekonomi Desa Karangrejo.
Sektor pertanian menjadi fokus utama, terutama peningkatan saluran irigasi mengingat potensi pertanian desa ini dinilai cukup menjanjikan. Selain itu, sektor peternakan juga terus didorong seiring dengan pelaksanaan program nasional MBG.
Keberadaan peternak ayam di Desa Karangrejo diharapkan mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Penguatan UMKM turut menjadi perhatian. Pasar Sabtu–Minggu direncanakan dikembangkan sebagai destinasi ekonomi masyarakat sekaligus wadah bagi pelaku UMKM lokal. Di sisi lain, pembangunan pusat kegiatan ekonomi di sebelah barat SDLB diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru desa.
"Endingnya saya berharap desa benar-benar menjadi desa bersahaja yakni bersih, sehat, dan sejahtera. Yang tidak kalah penting, masyarakat harus selalu guyup rukun dalam membangun desa,” ujar Hari Wur.
Kegiatan Bahana Bersahaja 2026 di Desa Karangrejo juga diisi dengan berbagai pelayanan publik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Madiun, pameran produk UMKM, juga ada pelayanan dari Polres Madiun untuk perpanjangan SIM, mengurus SKCK dan laporan kehilangan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Gelaran Perdana Bahana Bersahaja, Gali Potensi dan Solusi Masalah Desa di Kabupaten Madiun
| Pewarta | : Yupi Apridayani |
| Editor | : Ronny Wicaksono |