https://jakarta.times.co.id/
Berita

Trump: Kuba Tak Akan Bertahan Tanpa Minyak dan Dukungan Venezuela

Jumat, 09 Januari 2026 - 19:47
Trump: Kuba Tak Akan Bertahan Tanpa Minyak dan Dukungan Venezuela Presiden Amerika Serikat Donald Trump

TIMES JAKARTA, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan tanpa pasokan minyak dari Venezuela. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan media Fox News pada Jumat, menyusul operasi Amerika Serikat di Venezuela yang memicu perubahan signifikan di kawasan Amerika Latin.

“Secara total, Kuba bergantung pada Venezuela, baik untuk uang maupun untuk minyak. Kuba memberikan perlindungan kepada Venezuela, dan Venezuela memberikan uang kepada Kuba melalui minyak,” ujar Trump.

Trump menegaskan ketergantungan tersebut bersifat menyeluruh, baik dari sisi finansial maupun energi. Ia menilai tanpa dukungan Venezuela, Kuba akan menghadapi tekanan ekonomi yang serius.

“Tidak, Kuba sepenuhnya bergantung pada Venezuela, baik secara finansial maupun dalam hal minyak,” kata Trump ketika ditanya apakah Kuba mampu bertahan tanpa pasokan energi dari negara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menerima minyak Venezuela dengan nilai mencapai 4 miliar dolar AS dalam satu hari. Ia menyebut angka tersebut berpotensi meningkat seiring keterlibatan perusahaan-perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat.

“Minyak yang kami ambil nilainya mencapai 4 miliar dolar AS dalam satu hari, dan jumlah itu akan meningkat. Semua perusahaan minyak besar akan masuk, mereka akan memperoleh banyak keuntungan, dan Venezuela akan mendapatkan sebagian dari uang tersebut,” ujar Trump.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa otoritas sementara Venezuela akan mentransfer antara 30 hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat. Ia menjanjikan bahwa minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar dan hasilnya diklaim akan menguntungkan rakyat Venezuela serta Amerika Serikat.

Situasi geopolitik di Venezuela memanas setelah Amerika Serikat pada 3 Januari melancarkan operasi besar-besaran dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk diadili atas dugaan keterlibatan dalam kasus “narkoterorisme” dan dinilai sebagai ancaman keamanan.

Menanggapi operasi tersebut, pemerintah Venezuela di Caracas meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mahkamah Agung Venezuela kemudian mengalihkan sementara tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari.

Perkembangan ini turut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi Kuba, mengingat hubungan historis kedua negara yang selama ini ditopang oleh kerja sama energi dan dukungan ekonomi dari Venezuela.(*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jakarta just now

Welcome to TIMES Jakarta

TIMES Jakarta is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.