TIMES JAKARTA, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) bersiap membuka seleksi penerimaan siswa baru program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Proses seleksi ini dijadwalkan mulai berlangsung pada Februari 2026, bertepatan dengan percepatan pembangunan gedung sekolah permanen di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa kuota penerimaan akan menyesuaikan dengan progres infrastruktur yang ada.
"Persiapan mulai Februari kita akan berproses untuk seleksi siswa baru, ya SD, SMP, SMA. Jumlahnya tergantung gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Pembangunan Infrastruktur dan Kapasitas Sekolah
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah merencanakan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat. Pembangunan ini tersebar luas di berbagai provinsi, dengan prioritas pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Anambas, Kepulauan Riau.
Setiap gedung permanen tersebut dirancang mampu menampung sekitar 1.000 siswa, dengan target daya tampung siswa baru mencapai 300 orang per tahun untuk jenjang SD hingga SMA.
Dengan beroperasinya 100 sekolah baru, Kemensos memproyeksikan penerimaan 30 ribu siswa baru. Jika ditambah dengan 15 ribu siswa dari unit rintisan yang sudah berjalan, maka total penerimaan siswa tahun ini diperkirakan menyentuh angka 45 ribu orang.
"Pada tahun berikutnya, 2027, kapasitas penerimaan siswa baru diproyeksikan meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi," ujarnya.
Program Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Sekolah Rakyat merupakan inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1–4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan gratis, tetapi juga menjadi pusat integrasi berbagai program pemerintah lainnya, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, Program 3 Juta Rumah untuk keluarga siswa.
Fasilitas Modern dan Status Sekolah Rintisan
Hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang melayani 16 ribu siswa dengan dukungan ribuan tenaga pendidik. Untuk sementara, sekolah-sekolah rintisan ini masih menggunakan fasilitas milik Kemensos, Balai Latihan Kerja (BLK), maupun aset pemerintah daerah.
Pemerintah berkomitmen memberikan standar pendidikan tinggi dengan melengkapi sekolah-sekolah ini dengan teknologi modern, seperti papan interaktif digital (Interactive Flat Panel - IFP), laptop dengan akses internet stabil, seragam khusus untuk siswa, guru, hingga wali asrama
Lahan untuk gedung permanen yang akan dibangun saat ini telah disiapkan oleh pemerintah daerah guna memastikan keberlanjutan program pendidikan ini di masa depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kemensos Mulai Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Februari 2026
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Deasy Mayasari |